Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

8 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Suharso: Tjahjo Kumolo Berjasa dalam Pembentukan UU DOB Papua

Jumat 01 Jul 2022 13:19 WIB

Red: Agus raharjo

Keluarga menaburkan bunga saat prosesi upacara pemakaman Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Jumat (1/7/2022). Tjahjo Kumolo meninggal  di usia 64 tahun di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta pada Jumat (1/7/2022) sekitar pukul 11.10 WIB. Republika/Thoudy Badai

Keluarga menaburkan bunga saat prosesi upacara pemakaman Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Jumat (1/7/2022). Tjahjo Kumolo meninggal di usia 64 tahun di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta pada Jumat (1/7/2022) sekitar pukul 11.10 WIB. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Suharso mengaku sudah dekat dengan Tjahjo sejak Megawati-Hamzah Haz.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa, mengenang Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo, sebagai sosok yang sosok yang sabar, tenang, dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Menurut dia, koleganya di pemerintahan itu ikut berkontribusi dalam proses pembentukan UU DOB Papua yang baru saja disahkan.

"Salah satu kenangan khusus adalah saat masa-masa penyusunan RUU DOB bersama Komisi II DPR saat itu. Beliau tidak ingin mengecewakan masyarakat pada saat proses pembentukan undang-undang. Namun juga beliau juga pandai bersiasat agar bisa terpenuhi," kata dia, di Gedung Kementerian PAN-RB, Jakarta, Jumat (1/7/2022).

Baca Juga

"Ada pun yang lain biar menjadi kenangan pribadi saya," katanya.

Ia menilai politikus PDI Perjuangan dengan dia sudah mengenal sejak era pascareformasi saat masa pemerintahan Megawati dan Hamzah Haz ketika PDI Perjuangan dan PPP masih berada dalam satu kabinet. "Kami sudah sangat dekat baik di parlemen atau kabinet, karena kami juga pernah punya kenangan bersama sejak masa Presiden Megawati dan Wakil Presiden Hamka Haz," katanya.

Ia juga masih merasa terkejut dengan kepergian mantan sekretaris jenderal DPP PDI Perjuangan itu. Ia menceritakan, dia baru pulang dari luar negeri masih beranggapan bahwa almarhum akan kembali pulih seperti sedia kala.

"Saat saya lawatan ke luar negeri sudah ada rencana mau menjenguk tapi belum sempat beliau sudah dipanggil ke rahmatullah," katanya. Ia berdoa agar rekannya itu mendapatkan sisi terbaik di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile