Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

 

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

RI-UEA Sepakati Perjanjian Dagang, Mendag: Pintu Masuk Ekspor ke Timur Tengah

Jumat 01 Jul 2022 23:54 WIB

Red: Agus raharjo

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat menandatangani persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement, atau IUAE–CEPA) di Dubai.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat menandatangani persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement, atau IUAE–CEPA) di Dubai.

Foto: Istimewa
IUAE–CEPA mencakup pengaturan di bidang perdagangan barang, jasa, investasi.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI--Indonesia dan Uni Emirat Arab menyepakati persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement, atau IUAE–CEPA). Persetujuan ini ditandatangani Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan dan Menteri Ekonomi Uni Emirat Arab (UEA) Abdulla bin Touq Al Marri.

 

Mendag menuturkan, kesepakatan ini menjadi pintu masuk Indonesia ke UAE untuk meningkatkan ekspor ke negara tujuan nontradisional. “Bapak Presiden RI menyambut positif penyelesaian persetujuan IUAE–CEPA. Persetujuan ini menjadi pintu masuk Indonesia ke UEA yang merupakan hubungan untuk meningkatkan ekspor ke negara-negara tujuan nontradisional seperti di kawasan Teluk, Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan,” tutur Mendag Zulhas dalam keterangan, Sabtu (2/7/2020).

Baca Juga

IUAE–CEPA ditandatangani hanya berselang sembilan bulan sejak diluncurkan menteri perdagangan kedua negara. Pencapaian ini sesuai dengan target yang diberikan kedua kepala negara. Yaitu, terselesaikannya perundingan dalam waktu kurang dari satu tahun.

“Kita harap bersama ketika IUAE–CEPA ini diimplementasikan, peningkatan kinerja sektor perdagangan dan investasi yang didorong melalui IUAE–CEPA dapat semakin mengakselerasi upaya pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 serta meningkatkan daya saing Indonesia,” ujar Mendag Zulhas

Penyelesaian IUAE–CEPA sekaligus menjadi momentum tepat untuk pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Sebab, Covid-19 membuat hampir seluruh negara di dunia mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono menambahkan, perundingan IUAE–CEPA membuka akses pasar ke UEA. Yakni melalui penurunan dan penghapusan tarif bea masuk sekitar 94 persen dari total pos tarif dengan mekanisme penurunan secara langsung maupun bertahap saat perjanjian berlaku (entry into force).

Persetujuan IUAE–CEPA mencakup pengaturan di bidang perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, hak kekayaan intelektual, ekonomi Islam. Selain itu juga ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, kerja sama ekonomi, pengadaan barang dan jasa pemerintah, usaha kecil dan menengah, perdagangan digital, serta ketentuan hukum dan isu kelembagaan.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile