Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

13 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Susah Turun Berat Badan di Usia 40? Coba Cara Ini

Sabtu 02 Jul 2022 01:18 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Berat badan tetap bisa dicapai ideal meski sudah berusia 40 tahun.

Berat badan tetap bisa dicapai ideal meski sudah berusia 40 tahun.

Foto: www.freepik.com
Berat badan tetap bisa dicapai ideal meski sudah berusia 40 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Usia sebenarnya bukan penghalang untuk menurunkan berat badan. Dengan pengaturan pola makan yang tepat, target penurunan berat badan tetap bisa dicapai bahkan setelah seseorang berusia di atas 40 tahun.

Banyak orang mengira bahwa penurunan berat badan akan semakin sulit untuk dicapai seiring dengan bertambahnya usia. Padahal, metabolisme tubuh tidak akan terpengaruh oleh proses penuaan di usia 20-60 tahun. Bahkan setelah mencapai umur 60 tahun, metabolisme hanya mengalami penurunan kurang dari 1 persen per tahun.

Baca Juga

Meski begitu, ada beberapa faktor lain yang bisa membuat orang-orang merasa sulit untuk menurunkan berat badan. Sebagian dari faktor tersebut adalah kesibukan yang kemudian memicu lebih banyak stres. Stres yang menumpuk ini kemudian turut memberikan pengaruh negatif pada gaya hidup.

Mengonsumsi makanan yang kaya akan protein bisa membuat proses penurunan berat badan menjadi lebih mudah. Selain itu, Mengonsumsi makanan tinggi protein, vitamin D, dan kalsium juga bisa membantu membangun massa otot, menjaga energi tetap stabil, dan mencegah penipisan tulang.

Berkaitan dengan ini, ada empat jenis makanan bergizi yang direkomendasikan bagi orang-orang berusia di atas 40 tahun yang ingin menurunkan berat badan. Berikut ini adalah keempat makanan tersebut, seperti dilansir EatThis, Sabtu (2/7/2022).

 

Salmon

Ikan yang bermanfaat bagi kesehatan jantung ini dikenal kaya akan protein dan lemak omega 3. Asupan protein bisa memberikan perasaan kenyang lebih lama, sehingga asupan kalori sepanjang hari bisa lebih terkontrol.

 

Telur

Selain tinggi protein, telur juga kaya akan vitamin D, kolin, dan zat besi. Sebagian orang mungkin ragu untuk mengonsumsi telur secara rutin karena khawatir akan meningkatkan kadar kolesterol. Namun menurut salah satu studi terbesar mengenai diet kardiovaskular, Framingham Heart Study, konsumsi telur tak berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol atau kejadian penyakit jantung. Sebagian besar dokter juga merasa aman untuk merekomendasikan konsumsi minimal satu telur per hari.

 

Yogurt Yunani

Sajian yogurt Yunani atau Greek yogurt juga mengandung banyak protein. Bila dibandingkan dengan jenis yogurt lain, Greek yogurt memiliki kandungan protein hampir dua kali lipat lebih tinggi untuk setiap sajiannya. Satu cangkir Greek yogurt mengandung sekitar 17 gram protein. Untuk menghasilkan sajian yang bergizi seimbang, Greek yogurt bisa dikombinasikan dengan bubuk kayu manis, buah beri, dan granola.

 

Edamame

Bukan tanpa alasan bila edamame dijuluki sebagai makanan super atau superfood. Makanan ini dikenal kaya akan protein, serat, dan zat gizi bernama fitoestrogen. Fitoestrogen dikenal dapat memberikan efek yang mirip seperti estrogen alami dalam tubuh. Hal ini bisa memberikan manfaat tambahan bagi wanita yang mengalami penurunan kadar estrogen karena menopause.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile