Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

 

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pemkot Surabaya Tunggu Petunjuk Beli Minyak Goreng dengan PeduliLindungi

Sabtu 02 Jul 2022 10:01 WIB

Red: Ratna Puspita

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.

Foto: Dok Pemkot Surabaya
Pemkot akan memberikan sosialisasi kepada pedagang minyak dan warga masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih menunggu petunjuk teknis detail tata cara pembelian minyak goreng curah rakyat menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Pemkot Surabaya melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM Surabaya akan memberikan sosialisasi kepada pedagang minyak dan warga masyarakat.

 

"Tentu kami menginginkan semua harus dipertimbangkan dan dipersiapkan dengan matang, termasuk penjual minyak goreng juga diharapkan bisa mengakses aplikasi tersebut," kata Wakil Wali Kota Surabaya Armuji di Surabaya, Sabtu (2/7/2022).

Baca Juga

Ia menjelaskan, pembelian minyak goreng menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau NIK adalah mengkontrol arus minyak goreng, sehingga satu NIK maksimal hanya bisa membeli 10 liter per hari. "Kebijakan ini menghindari terjadinya penimbunan minyak goreng, jadi arus barang bisa di kontrol," ujar dia.

Selain itu, lanjut dia, pembelian minyak goreng curah di tingkat konsumen akan dibatasi maksimal 10 kilogram untuk satu NIK per harinya. Selain itu, harga minyak goreng curah tersebut sudah sesuai harga eceran tertinggi (HE), yakni Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per liter.

Sebelumnya, sosialisasi dan transisi pembelian minyak goreng curah dengan aplikasi PeduliLindungi diperpanjang menjadi tiga bulan. Hal itu dilakukan lantaran masih banyak ditemui pengecer resmi yang belum terdaftar di aplikasi Sistem Informasi Minyak Goreng Curah 2.0 (Simirah 2.0) maupun Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE) yang belum mengunduh QR Code PeduliLindungi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile