Sabtu 02 Jul 2022 18:28 WIB

Persib Terhenti di Piala Presiden, Umuh: Nasib Kurang Bagus

Umuh Muchtar menilai kekalahan Persib dari PSS soal faktor keberuntungan semata..

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Israr Itah
...
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Sejumlah pemain Persib Bandung saat adu penalti pada perempat final Piala Presiden 2022 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (1/7/2022). Dalam pertandingan tersebut PSS Sleman mengalahkan Persib Bandung dalam babak adu penalti dengan skor 2-4. Foto: Republika/Abdan Syakura

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung tersingkir dari gelaran Piala Presiden usai dikalahkan PSS Sleman. Maung Bandung kalah adu penalti 2-4 setelah bermain imbang 1-1 selama waktu normal kontra PSS di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (1/7/2022).

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Umuh Muchtar mengapresiasi perjuangan tim hingga titik ini. Menurutnya, kekalahan ini tidak diprediksi oleh semua yang ada dalam tim.

Baca Juga

"Bukan salah mental atau tidak bagus, tapi kita sudah berusaha. Allah sudah menghendaki seperti ini, kita juga harus menerima," kata Umuh.

Umuh mengakui semuanya tentu merasa kecewa. Apalagi Persib tidak bisa bermain full team dan tidak mendapatkan dukungan penonton secara langsung.

"Mohon maaf para bobotoh semua, nah ini kerugian untuk Persib. Saya bilang, kalau ada penonton itu kita punya tenaga yang ke-12. Tapi apa boleh buat, sewaktu main kita sudah mati-matian semua. Mohon maaf kepada semuanya, ya," kata Umuh.

Sebenarnya Persib pun sempat kebobolan lebih dahulu dari gol Boaz Solossa. Namun gol telat Marc Klok dari titik putih membuat pertandingan berlanjut ke adu penalti.

Hingga akhirnya Persib kalah setelah tendangan Erwin Ramdani dan Achmad Jufriyanto melenceng dari gawang. Umuh mengklaim ini hanya soal keberuntungan semata.

"Ini nasib saja yang kurang bagus. Dewi Fortuna tidak mengarah kepada kita. Kita sudah usaha maksimal," kata Umuh.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement