Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

12 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dinas: Kesembuhan Kasus PMK di Kalbar Terus Meningkat

Sabtu 02 Jul 2022 13:13 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar Muhammad Munsif mengatakan, kesembuhan hewan yang terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kalbar terus meningkat.

Ilustrasi. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar Muhammad Munsif mengatakan, kesembuhan hewan yang terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kalbar terus meningkat.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Kesembuhan hewan terjangkit PMK sebanyak 720 ekor dari 1.496 kasus.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar Muhammad Munsif mengatakan, kesembuhan hewan yang terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kalbar terus meningkat. Saat ini, jumlah hewan yang sembuh sebanyak 720 ekor dari 1.496 kasus.

"Jadi ini hampir berimbang dengan yang sakit. Target pemberian dosis vaksin dan obat-obatan (vitamin) akan terus kita kejar untuk hewan qurban. Cuma bedanya vaksin diberikan kepada hewan yang sehat untuk pencegahan, namun sebaliknya obat-obatan akan diberikan kepada hewan yang terdampak PMK," kata Munsif di Pontianak, Sabtu (2/7/2022).

Baca Juga

Untuk melakukan pencegahan penyebaran PMK pada ternak di Kalbar, kata Munsif, Pemerintah Provinsi Kalbar akan bersinergi bersama TNI/Polri. Hal ini sesuai arahan Menko Marves RI dalam penanganan wabah PMK dan dapat mensukseskan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha. 

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan, ada beberapa wilayah di Kalbar yang terkena PMK seperti di Kabupaten Mempawah, Bengkayang dan Kubu Raya. Namun, dapat teratasi melalui penanganan secara langsung tim kesehatan hewan.

"Kami melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar sudah mengantisipasi dengan memberikan vaksin dan pengobatan (vitamin) kepada hewan yang terdampak PMK," kata Ria.

Ria berpesan kepada masyarakat yang akan melaksanakan Hari Raya Idul Adha untuk berhati-hati dalam memilih hewan qurban serta harus memahami ciri-ciri hewan yang terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK). "Terutama hewan yang akan diqurbankan yaitu sapi dan kambing, jadi jangan qurbankan hewan yang terdampak PMK, ciri-ciri penyakitnya seperti mulut melepuh (tidak bisa makan), kemudian lepuh pada kuku sampai lepas, pincang tidak bisa berjalan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile