Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

 

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

BCA Salurkan Kredit Sektor Pariwisata Rp 14 Triliun

Ahad 03 Jul 2022 02:14 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Indira Rezkisari

Nasabah melakukan transaksi di Gerai BCA. PT Bank Central Asia Tbk menyalurkan kredit di sektor pariwisata sekitar Rp 14 triliun pada April 2022.

Nasabah melakukan transaksi di Gerai BCA. PT Bank Central Asia Tbk menyalurkan kredit di sektor pariwisata sekitar Rp 14 triliun pada April 2022.

Foto: Prayogi/Republika
BCA ikut mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk menyalurkan kredit di sektor pariwisata sekitar Rp 14 triliun pada April 2022. Perusahaan melihat sektor pariwisata mulai membaik seiring dengan percepatan program vaksinasi dari pemerintah.

 

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F Haryn, mengatakan seiring pemulihan ekonomi, penyaluran kredit di sektor pariwisata mulai terangkat. "Kemudian didukung pelonggaran aktivitas masyarakat, mobilisasi yang bergerak menuju normal dan sejumlah pihak ikut mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19," ujarnya, Ahad (3/7/2022).

Baca Juga

Di tengah tantangan pandemi Covid-19 dan proses pemulihan kondisi ekonomi, BCA berupaya mempertahankan tingkat pertumbuhan kredit yang sehat. Hal ini sejalan dengan permintaan pasar sekaligus menjaga kualitas kredit yang disalurkan.  

"Dalam melaksanakan upaya tersebut, BCA selalu berpegang pada prinsip kehati-hatian melalui penerapan manajemen risiko yang disiplin," ucapnya.

Ke depan, perusahaan akan makin banyak bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong pemulihan sektor pariwisata. Maka begitu, sektor ini bisa berkontribusi terhadap perekonomian nasional dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Perusahaan menargetkan pertumbuhan kredit kisaran enam persen sampai delapan persen pada tahun ini. Hal ini mempertimbangkan mobilitas masyarakat yang diharapkan bisa kembali normal, suku bunga dan likuiditas yang ada.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile