Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

13 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kemenag Jelaskan Perbedaan Waktu Idul Adha Indonesia dan Saudi

Ahad 03 Jul 2022 05:15 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Fakhruddin

Kemenag Jelaskan Perbedaan Waktu Idul Adha Indonesia dan Saudi (ilustrasi)

Kemenag Jelaskan Perbedaan Waktu Idul Adha Indonesia dan Saudi (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Fikri Yusuf
Kemenag menetapkan hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah jatuh pada Ahad, 10 Juli 2022.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Dzulhijjah 1443 Hijriyah jatuh pada Jumat (1/7/2022). Dengan demikian, hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah jatuh pada Ahad (10/7/2022).

Kemenag menjelaskan bahwa ketetapan waktu Idul Adha di Indonesia berbeda dengan Arab Saudi. Di Arab Saudi menetapkan 10 Dzulhijjah 1443 Hijriyah jatuh pada Sabtu (9/7/2022).

Baca Juga

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag, Adib, menjelaskan, perbedaan waktu Idul Adha di Indonesia dan Arab Saudi disebabkan karena letak Arab Saudi lebih barat dari Indonesia.

"Waktu di Indonesia lebih cepat 4 jam, tetapi hilal justru mungkin terlihat lebih dahulu di Arab Saudi, karena terlihatnya di sebelah barat pada saat matahari terbenam atau dikenal dengan istilah ghurub asy-syams," kata Adib melalui pesan tertulis yang diterima Republika, Ahad (3/7/2022).

Adib menjelaskan, semakin ke arah barat dan bertambahnya waktu, maka posisi hilal akan semakin tinggi dan semakin mudah dilihat. Sementara, letak geografis Arab Saudi berada di sebelah barat Indonesia. Sehingga pada tanggal yang sama posisi hilal di sana lebih tinggi.

"Jadi kurang tepat jika memahami karena Indonesia lebih cepat 4 jam dari Arab Saudi, maka Indonesia mestinya melaksanakan hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah juga lebih awal, jelas pemahaman ini kurang tepat," ujar Adib.

Ia mengatakan, berdasarkan data hisab, pada akhir Dzulkaidah 1443 Hijriyah, ketinggian hilal di Indonesia antara 0 derajat 53 menit sampai 3 derajat 13 menit dengan elongasi antara 4,27 derajat sampai 4,97 derajat.

"Sementara pada tanggal yang sama, posisi hilal di Arab Saudi lebih tinggi dengan posisi yang ada di Indonesia. Jadi kemungkinan hilal terlihat di Arab Saudi sangat besar," jelas mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Barat ini.

Sebelumnya, Kemenag menetapkan 1 Dzulhijjah 1443 Hijriyah jatuh pada Jumat, 1 Juli 2022, maka hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah jatuh pada Ahad, 10 Juli 2022. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam saling menghormati perbedaan waktu Idul Adha.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile