Senin 05 Sep 2011 15:03 WIB

Apartemen akan Jadi Sasaran Operasi Yustisi Kependudukan

Rep: C10/ Red: taufik rachman

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan Operasi Yustisi Kependudukan (OYK) serentak di lima wilayah kota admistrasi. Rencananya operasi ini akan dilaksanakan pada tanggal 22 September, 13 Oktober dan 3 November 2011.

Sasaran Operasi Yustisi terutama pada rumah kos dan kontrakan, pemukiman padat sebagai kantong-kantong peendatang baru, daerah-daerah industri rumah tangga dan apartemen.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, DKI Jakarta, Purba Hutapea, mengatakan operasi ini dilakukan tanpa pandang bulu. "Di apartemen yang ditempati kalangan menengah ke atas juga akan kami adakan OYK," ujarnya, saat konferensi pers terkait pendatang baru ke Jakarta , di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (5/9).

Operasi ini nantinya bersifat terpadu. Dimana dalam pelaksanaannya melibatkan Disdukcapil, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Kominfomas, Dinas Perumahan, Dinas Pariwisata, Kejaksaan, Pengadilan, TNI/Polri, Camat, Lurah, RT/RW dan Posbakum (LBH). "Tahun 2010 lalu, 3.817 orang dikembalikan ke kampung asalnya oleh Dinas Sosial," ucap Purba.

Asisten Sekretaris Daerah bidang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, Sylviana Murni, mengatakan, operasi ini tidak dimaksudkan untuk melarang penduduk dari daerah lain untuk datang ke Jakarta. Meski begitu, tak bisa ditampik Indonesia merupakan negara hukum, sehingga segala sesuatunya harus dilakukan sesuai dengan ketentuan. "Ini dilakukan agar Jakarta tetap tertata dan terkendali," kata Sylviana.

Bagi pendatang yang ingin tinggal di Jakarta, diharap melapor kepada RT dan juga RW. Untuk yang tinggal minimal enam bulan di Jakarta agar membuat KTP. Sedangkan bagi yang ingin berdomisili tetap, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Yakni memiliki tempat tinggal dan pekerjaan tetap. "Ini bertujuan untuk memanusiakan warga," ucapnya.

Selain melakukan Operasi Yustisi, Disdukcapil juga kerap melakukan Bina Kependudukan yang dilakukan rutin setiap pekan sekali. Namun hal ini terkendala masalah dana dan sumber daya manusia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement