REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI - Sebanyak 15 tenaga kerja asing asal Cina yang bekerja di proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Palabuhanratu dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi karena tidak memiliki izin bekerja.
"Kami mendeportasi para pekerja asing asal Cina itu sesuai dengan keputusan pada rapat koordinasi tiga kementerian yakni Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Kementerian Hukum dan HAM," kata Kasi Informasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi I Ketut Arief kepada wartawan, Rabu (5/10).
Sementara sisanya, menurut Arief, akan dideportasi secara bertahap karena masa tinggal seluruh TKA asal China tersebut akan habis pada 7 Oktober mendatang. "Mereka bisa kembali kerja di Indonesia asalkan melengkapi surat izin kerja dan jika tidak ada, kami akan langsung mendeportasi mereka," tambahnya.
Ia menjelaskan, para TKA ini masuk ke Indonesia dengan menggunakan visa kunjungan bukan visa kerja padahal mereka akan ditempatkan sebagai tenaga ahli pada proyek pembangunan PLTU Palabuhanratu.
Dengan demikian, mereka harus dideportasi karena menyalahi aturan. Manajer Proyek Pembangunan PLTU Palabuhanratu Budi Widi Asmoro mengatakan, pihaknya sudah mengetahui ada 15 TKA asal China dijemput dan langsung dideportasi.
"Saya sudah mengetahui ada TKA yang dideportasi oleh pihak imigrasi, yang kami khawatirkan mereka merupakan tenaga ahli pada proyek pembangunan PLTU sehingga deportasi ini bisa memperlambat pembangunan," katanya.