Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

 

20 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Luka Modric Sebut Madrid Lebih Besar dari Kyalian Mbappe

Senin 04 Jul 2022 00:17 WIB

Rep: Rahmat Fajar / Red: Israr Itah

Pemain Real Madrid Luka Modric.

Pemain Real Madrid Luka Modric.

Foto: AP/Manu Fernandez
Modric percaya Madrid tetap kuat ada ataupun tanpa Mbappe.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Gelandang Real Madrid Luka Modric menyinggung penyerang Paris Saint-Germain (PSG) Kylian Mbappe yang menolak bergabung ke Santiago Bernabeu, musim panas ini. Modric percaya Los Blancos tetap kuat ada ataupun tanpa Mbappe.

 

Dalam pemberitaan beberapa bulan lalu Mbappe selangkah lagi merapat ke Santiago Bernabeu. Mbappe mengatakan Madrid merupakan tim impiannya. Mbappe tak kunjung menandatangani perpanjang kontrak sebelum akhirnya ia menerimanya yang membuat Madrid kecewa. Madrid pun sudah mengajukan penawaran tetapi ditolak oleh PSG.

Baca Juga

“Mbappe membuat keputusannya, itu haknya dan sekarang dia hidup dengan keputusan itu,” kata Modric kepada Sportske, dilansir dari Tribalfootball, Ahad (3/7/2022).

Ia mengungkapkan skuad Madrid mengira Mbappe akan datang tetapi itu tak terjadi. Pemain internasional Kroasia itu menilai Mbappe merupakan pemain hebat. Namun Modric menegaskan tak ada pesepak bola yang lebih penting daripada klub. Kebesaran Madrid tetap di atas semua pemain dan akan selalu seperti itu.

Modric menjadi aktor comeback Madrid ketika melawan PSG di Liga Champions musim lalu. Bersama Toni Kroos di lini tengah ia mengatur permainan tim. Harapan Madrid keduanya bertahan meskipun datang pemain baru Aurelien Tchoumeni.

Ia juga bicara mengenai keberadaan Lionel Messi di PSG. Modric mengaku setelah melakoni banyak pertandingan El Clasico, sehingga merasa aneh melihat Messi berseragam tim lain. Adapun Neymar dan Mbappe pemain dengan bakat tinggi. Namun Madrid kemudian menemukan ritme permainan ditambah dukungan fan sehingga mampu menghancurkan mereka.

"Itu malam yang spektakuler, salah satu yang paling mengesankan bagi saya. Sejak kemenangan itu persepsi para penggemar berubah sehubungan dengan potensi kami di Liga Champions, skeptisisme itu menghilang,” katanya mengenang pertandingan melawan PSG. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile