Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

 

9 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Airlangga: Hanya Jokowi yang Diterima Rusia-Ukraina dalam Waktu Berdekatan

Senin 04 Jul 2022 06:57 WIB

Red: Friska Yolandha

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) berjabat tangan sebelum konferensi pers saat pertemuan mereka di Kremlin Moskow di Moskow, Rusia, 30 Juni 2022. Widodo dalam kunjungan misi pembangunan perdamaian ke Rusia dan Ukraina untuk mendesak rekan-rekannya dari Rusia dan Ukraina untuk membuka dialog dan gencatan senjata.

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) berjabat tangan sebelum konferensi pers saat pertemuan mereka di Kremlin Moskow di Moskow, Rusia, 30 Juni 2022. Widodo dalam kunjungan misi pembangunan perdamaian ke Rusia dan Ukraina untuk mendesak rekan-rekannya dari Rusia dan Ukraina untuk membuka dialog dan gencatan senjata.

Foto: EPA-EFE/VYACHESLAV PROKOFYEV/SPUTNIK/KREMLIN
Kepala negara Rusia dan Ukraina menerima Presiden Jokowi dengan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan bahwa hanya Presiden Joko Widodo sebagai pemimpin negara yang diterima Rusia dan Ukraina dalam waktu berdekatan. Artinya, kata Airlangga, kedua kepala negara menerima kehadiran Jokowi.

 

"Tidak ada pemimpin Negara yang diterima kedua belah pihak dalam waktu dekat. Ini hanya Bapak Presiden dan itu Pak Jokowi, jadi menunjukkan kedua pemimpin yang sedang bertikai itu menerima kehadiran Bapak Jokowi," kata dia, usai memberikan keterangan pers terkait evaluasi PPKM di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/7/2022).

Baca Juga

Ia menillai bahwa Jokowi diterima secara baik oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada saat kedua negara tersebut masih berstatus perang. Adapun lawatan Jokowi ke Ukraina dan Rusia mengutamakan isu ketersediaan dan rantai pasok pangan global agar ketahanan pangan dunia bisa terjaga dimana Jokowi berpesan agar ekspor gandum dari Ukraina, serta ekspor komoditas pangan dan pupuk dari Rusia bisa kembali aktif ke dalam rantai pasok global.

photo
Dalam foto yang dirilis Istana Kepresidenan Indonesia ini, Presiden Indonesia Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky selama pertemuan mereka di Kyiv, Ukraina pada Rabu, 29 Juni 2022. - (Laily Rachev, Indonesian Presidential Palace )
"Itu jadi bagian dari proses perdamaian dan proses perdamaian kan sebuah proses yang berjalan terus, bukan instan, jadi ini merupakan awal yang baik," kata Airlangga.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, menyebutkan, Jokowi menjadi pemimpin pertama dari kawasan Asia yang mengunjungi Ukraina, sejak negara itu mulai menghadapi invasi Rusia pada Februari lalu. Lawatan Jokwi guna membawa misi damai.

"Yang perlu kita garisbawahi, Bapak Presiden (Jokowi) adalah satu-satunya pimpinan dari Asia yang bisa melakukan kunjungan ke dua tempat dalam satu rangkaian kunjungan, ke Ukraina dan ke Rusia. Sudah bertemu dengan Presiden Ukraina dan akan bertemu Presiden (Vladimir) Putin," kata Faizasyah.

Kedatangan Jokowi di Ukraina pada Rabu (29/6/2022) disambut Zelenskyy di Istana Mariinsky, Kyiv. Dalam pertemuan itu, Jokowi menyampaikan kunjungannya merupakan wujud kepedulian Indonesia untuk Ukraina.

"Saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelenskyy untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi segera," tutur dia.

Pada Kamis (30/6/2022), dia bertolak ke Moskow, Rusia, untuk melanjutkan lawatan perdamaian dan bertemu Putin. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile