Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

11 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Sejarah Hari Ini: WHO Nyatakan SARS Mereda

Selasa 05 Jul 2022 00:04 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani

WHO

WHO

Foto: VOA
Selama delapan bulan wabah SARS menyebar ke beberapa negara di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Pada 5 Juli 2003, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa semua penularan dari orang ke orang Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) telah mereda. Pengumuman ini terjadi usai delapan bulan wabah SARS menyebar ke beberapa negara di dunia.

Seperti dilansir laman History, Selasa (5/7/2022), penyakit yang berkelindan dengan pernapasan telah menewaskan sekitar 775 orang di 29 negara. Wabah SARS memperlihatkan bahaya globalisasi dalam konteks kesehatan masyarakat.  

Terlepas dari pengumuman WHO, sebuah kasus baru didiagnosis di China pada Januari 2004, dan empat diagnosis lainnya menyusul April 2004. Dalam sejarahnya, kasus pertama SARS (yang diyakini pneumonia) muncul di provinsi Guangdong China pada November 2002. Pada 15 Februari 2003, China melaporkan 305 kasus pneumonia atipikal, yang kemudian ditemukan sebagai SARS.

China dikritik, dan kemudian meminta maaf karena gagal memperingatkan WHO tentang wabah awal dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk menahannya. SARS segera menyebar ke daerah tetangga, seperti Hong Kong dan Vietnam, dan kemudian ke seluruh dunia melalui perjalanan udara.

Pada Maret 2003, seorang wanita tua Kanada meninggal karena SARS setelah kembali ke Toronto dari kunjungan ke Hong Kong. Penyakit itu kemudian menyebabkan kematian 44 orang di wilayah Toronto. Di China, di mana kasus pertama terjadi, 350 orang meninggal karena penyakit tersebut. Secara keseluruhan, lebih dari 8.000 orang diperkirakan telah terinfeksi.

Menyusul 12 Maret 2003 WHO mengeluarkan peringatan kesehatan global tentang SARS. Hal ini menimbulkan ketakutan sehingga membuat banyak orang membatalkan perjalanan ke daerah yang terkena dampak. Selain penurunan tajam dalam pariwisata, banyak bisnis membatasi perjalanan ke Asia dan Ontario, Kanada.  

Ekonomi beberapa negara saat itu juga sangat terimbas oleh karena wabah ini. Gejala utama SARS pada awalnya mirip flu, termasuk demam tinggi dan batuk kering, dan dalam beberapa kasus, sakit kepala, diare, kekakuan, ruam, kebingungan, dan kehilangan nafsu makan juga terjadi.

Kesulitan bernapas dimulai antara dua dan 10 hari setelah infeksi. Para ilmuwan belum yakin bagaimana penularannya, namun meyakini bahwa kontak dekat dengan orang yang terinfeksi menjadi penyebab untuk tertular penyakit ini. SARS sekarang diketahui disebabkan oleh virus corona yang juga bertanggung jawab atas Covid-19 dan beberapa kasus flu biasa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile