Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

 

19 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kanselir Jerman Kumpulkan Pengusaha dan Buruh Bahas Inflasi

Selasa 05 Jul 2022 00:25 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengumpulkan pengusaha dan perwakilan serikat buruh untuk mengatasi dampak kenaikan harga dan mencegah inflasi semakin memburuk

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengumpulkan pengusaha dan perwakilan serikat buruh untuk mengatasi dampak kenaikan harga dan mencegah inflasi semakin memburuk

Foto: AP/Markus Schreiber
Inflasi Jerman mendekati rekor tertinggi dalam setengah abad terakhir

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Kanselir Jerman Olaf Scholz mengumpulkan pengusaha dan perwakilan serikat buruh di kantornya di Berlin. Dalam pertemuan itu ia hendak mencari cara mengatasi dampak kenaikan harga sambil mencegah inflasi semakin memburuk di perekonomian terbesar Eropa itu.

 

Pemerintah mengatakan pertemuan Senin (4/7/2022) ini merupakan yang pertama dari serangkaian yang bertujuan membentuk aliansi untuk menemukan solusi. Saat inflasi tahunan Jerman berada di angka 7,6 persen mendekati rekor tertinggi dalam setengah abad terakhir.

Baca Juga

Gubernur bank sentral Jerman juga masuk dalam daftar tamu pertemuan ini. Juru bicara Scholz, Steffen Hebestreit mengatakan hasilnya akan didapat pada musim semi tapi tidak diketahui kapan tepatnya.

Di Jerman kesepakatan gaji biasanya diputuskan dalam negosiasi antara organisasi pengusaha dan serikat yang mencakup seluruh sektor industri. Pada bulan lalu Scholz mengumumkan "tindakan bersama menghadapi tekanan kenaikan harga."

Ia menyoroti kesepakatan di industri kimia baru-baru ini yang menurutnya solusi "yang sangat menarik." Pengusaha dan serikat buruh sepakat dengan satu kali gaji 1.400 euro per pegawai untuk membantu menghadapi kenaikan harga.

Tapi mereka menunda pembahasan kenaikan gaji atau upah resmi sampai bulan Oktober. Harapannya saat itu prospek ekonomi menjadi lebih jelas.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile