Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

15 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pemkab Aceh Utara Ajak Petani Budi Daya Tanaman Nilam

Selasa 05 Jul 2022 04:34 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Tanaman nilam. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara melalui Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan mengajak petani untuk mengembangkan dan membudidayakan tanaman nilam guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

Tanaman nilam. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara melalui Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan mengajak petani untuk mengembangkan dan membudidayakan tanaman nilam guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

Foto: istimewa
Tanaman nilam memiliki prospek yang sangat menjanjikan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara melalui Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan mengajak petani untuk mengembangkan dan membudidayakan tanaman nilam guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara Ichsan di Lhokseumawe, Senin (4/7/2022), mengatakan, tanaman nilam memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. "Dari hasil penelitian, produk minyak dari tanaman nilam di Aceh ini adalah yang terbaik di dunia, sehingga hal tersebut harus dapat dimanfaatkan dengan membudidayakan dan mengembangkan tanaman nilam," kata Ichsan.

Baca Juga

Ichsan mengatakan luas areal tanaman nilam di Kabupaten Aceh Utara saat ini baru 10 hektare. Untuk produksinya, yakni 10 ribu batang per hektare dengan produksi minyak setelah penyulingan mencapai 125 kilogram per hektare.

Terdapat tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Utara memiliki potensi budi daya tanaman nilam, yakni Kecamatan Kuta Makmur, Kecamatan Simpang Keramat dan Kecamatan Nisam Antara. Meski berpotensi, lanjut Ichsan, harga minyak nilam sempat mengalami penurunan menjadi Rp 550.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 600.000 per kilogram.

"Untuk harganya sangat variatif. Namun, saat harga minyak nilam mengalami penurunan, petani terkadang ogah-ogahan merawat tanamannya, sehingga kualitas dan produksinya menjadi menurun," kata Ichsan.

Oleh karena itu, Pemkab Aceh Utara terus melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan budi daya tanaman nilam, baik memberikan sosialisasi bantuan bagi petani budi daya nilam di daerah itu. "Kami berupaya memberikan bantuan setiap tahunnya, seperti bibit dan pupuk kepada petani. Tujuannya untuk memotivasi petani agar bertahan membudidayakan nilam. Kemudian memberikan pelatihan guna meningkatkan sumber daya manusia," kata Ichsan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile