Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

 

5 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Israel dan Polandia Sepakat Pulihkan Hubungan Bilateral

Selasa 05 Jul 2022 07:28 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha

Presiden Israel Isaac Herzog. Israel dan Polandia telah sepakat untuk memulihkan hubungan bilateral.

Presiden Israel Isaac Herzog. Israel dan Polandia telah sepakat untuk memulihkan hubungan bilateral.

Foto: AP/Sebastian Scheiner
Polandia akan mengutus lagi duta besarnya untuk Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Israel dan Polandia telah sepakat untuk memulihkan hubungan bilateral. Relasi kedua negara sempat dibekap ketegangan saat Polandia memperkenalkan undang-undang (UU) yang membatasi kemampuan orang Yahudi untuk memperbaiki properti era Perang Dunia II.

 

“Disepakati bahwa hubungan akan dipulihkan ke jalur yang semestinya,” demikian bunyi pernyataan yang dirilis kantor Presiden Israel Isaac Herzog setelah dia berbicara dengan Presiden Polandia Andrzej Duda, Senin (4/7/2022).

Baca Juga

Mengantisipasi adanya perselisihan di masa mendatang, Herzog dan Duda berharap kedua negara bisa mengedepankan dialog. “Kedua presiden menyatakan harapan mereka bahwa setiap masalah di masa depan antara Polandia dan Israel akan diselesaikan lewat dialog yang tulus dan terbuka serta dalam semangat saling menghormati,” kata kantor Herzog.

Polandia akan mengutus lagi duta besarnya (dubes) untuk Israel. Warsawa menarik dubesnya untuk Tel Aviv saat perselisihan antara kedua negara meruncing tahun lalu. Sementara itu, kantor Herzog mengatakan, dubes baru Israel yang ditunjuk untuk Polandia akan menunjukkan kredensialnya dalam beberapa hari mendatang.

Pemulihan hubungan itu menandai pergeseran sikap Pemerintah Israel yang kini dipimpin Perdana Menteri Yair Lapid. Saat masih menjabat sebagai menteri luar negeri Israel, Lapid mengecam UU Polandia yang membatasi kemampuan warga Yahudi merestorasi properti era Perang Dunia II. Menurutnya UU tersebut anti-Semit dan tidak bermoral serta mempengaruhi properti yang disita Nazi-Jerman, kemudian dipertahankan penguasa komunis Polandia pasca-perang.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile