Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Rasio Utang BUMN Menurun Dinilai Baik Bagi Perekonomian

Selasa 05 Jul 2022 15:47 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi

Logo Kementerian BUMN. Turunnya rasio utang BUMN dinilai menjadi sinyal positif bagi perekonomian.

Logo Kementerian BUMN. Turunnya rasio utang BUMN dinilai menjadi sinyal positif bagi perekonomian.

Foto: bumn.go.id
Perbaikan tata kelola menjadi kunci peningkatan kinerja BUMN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Turunnya rasio utang BUMN dinilai menjadi sinyal positif bagi perekonomian. Secara umum utang BUMN menurun dari 39 persen menjadi 35 persen di tahun ini.

 

Pengamat ekonomi Piter Abdullah menilai bahwa penurunan utang secara umum adalah hal positif.  "Rasio utang yang menurun sudah tentu adalah hal baik, meski harus dilihat yang turun BUMN yang mana? Kenapa turun? Bagaimana kinerja BUMN-nya? Secara umum memang turunnya rasio utang itu bagus," ujar Piter, Selasa (5/7/2022). 

Baca Juga

Menurut Piter, karakteristik dan kinerja tiap BUMN berbeda. Begitupun performa masing-masing BUMN dalam melunasi utang-utangnya. Ada BUMN yang terlilit utang akibat kesalahan pengelolaan di masa lalu. Ada pula utang yang sifatnya untuk mendukung kinerja BUMN terkait penugasan dari negara seperti yang terjadi di BUMN karya. 

Piter menilai, langkah yang diambil masing-masing BUMN dalam melunasi utang berbeda-beda. Ini seperti yang dilakukan BUMN karya yang mana asetnya terlalu banyak. Sehingga penjualan aset dapat menjadi langkah efektif untuk menurunkan rasio utang BUMN karya tersebut. 

"Untuk BUMN karya PR utama adalah arus kas. Mereka punya aset terlalu banyak. Beban utang terlalu sulit ditutup dengan pendapatan dari aset. Aset harus dikurangi untuk mendapatkan uang mengurangi utang. Ini agar cash flow lebih sehat," ucap Piter. 

Hal yang berbeda terjadi di Garuda. Akibat kesalahan pengelolaan di era lalu, Garuda terlilit persoalan utang tapi minus aset. Ini terjadi akibat kebijakan sewa pesawat yang tidak tepat dan transparan. Oleh karenanya langkah efektif adalah tambahan dana yang digunakan untuk restrukturisasi organisasi yang lebih efektif. "Untuk Garuda, harus ada suntikan modal baru," lanjut Piter. 

Senada dengan Piter, pengamat korporasi dari Universitas Indonesia Fatimah Ibtisam menilai rasio utang yang menurun menandakan kinerja positif dalam organisasi BUMN. Dia menilai langkah strategis BUMN yang memperbaiki tata kelola perusahaan yang lebih efektif dan efisien akan menjadi kunci peningkatan kinerja BUMN di masa depan. 

"Rasio utang yang menurun jadi sinyal yang baik dari BUMN. Ada optimisme positif bahwa kinerja BUMN pascapandemi ini terus meningkat. Ini seiring dengan sejumlah kebijakan  BUMN dalam berinovasi dari sisi bisnis model. Di samping pula perubahan yang terkait dengan tata kelola perusahaan yang lebih baik," kata Tisam.

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile