Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

11 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ajak Gabung KIB, PPP: Demokrat Jangan Patah Harapan

Selasa 05 Jul 2022 23:07 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Agus Yulianto

Sekretaris Fraksi PPP DPR Achmad Baidowi.

Sekretaris Fraksi PPP DPR Achmad Baidowi.

Foto: Antara
KIB tak terpengaruh ajakan Partai Demokrat yang mengajak Partai Golkar bentuk koalisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi mengajak, Partai Demokrat untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Dia tak ingin partai berlambang bintang Mercy itu seperti pihak yang patah harapannya.

"Demokrat jangan seperti orang patah harapan, meski itu sah-sah saja. Karena Golkar, PAN, dan PPP sudah solid di koalisi. Kalau Demokrat ingin bisa ikut berlayar di Pilpres 2024, ya ikut saja dalam KIB," ujar Baidowi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (5/7).

Dia menjelaskan, KIB yang terdiri dari PPP, Partai Golkar, dan Partai Amanat Nasional (PAN) solid sejak awal pembentukannya. Koalisinya disebut tak terpengaruh dengan ajakan Partai Demokrat yang mengajak Partai Golkar untuk membentuk koalisi.

"Kalau Demokrat mau bergabung (KIB), ya ayo. Jangan terkesan seperti orang yang hopeless gitu," ujar Baidowi.

"KIB sudah solid dan bisa berlayar, mereka mulai membuat wacana baru bahwa Golkar dan Demokrat membuat koalisi baru. Itu kan rencana memecah belah dan KIB tidak terpengaruh itu," sambungnya.

Sebelumnya, Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution mengajak Partai Golkar untuk berkoalisi di pemilihan umum (Pemilu) 2024. Ia menyebut, kerja sama antara kedua partai politik itu bisa menjadi solusi terciptanya stabilitas politik.

"Lebih dari itu, kerja sama Demokrat-Golkar dapat menjadi solusi terciptanya stabilitas politik, perbaikan iklim demokrasi  dan kembali menggenjot roda ekonomi yang saat ini sedang terpuruk," ujar Syahrial lewat keterangan tertulisnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile