Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

13 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Mengenal Smart Contract yang Bikin Peran Blockchain Makin Luas

Rabu 06 Jul 2022 16:29 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Dwi Murdaningsih

Blockchain (ilustrasi).

Blockchain (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Dengan smart contract, infrastruktur layanan tak melibatkan campur tangan pihak lain

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengembangan decentralized finance atau DeFi membuat masyarakat bisa menikmati sejumlah akses secara lebih efisien. Salah satunya adalah lewat smart contract yang bisa membuat beragam layanan jadi lebih ringkas karena terintegrasi dengan blockchain.

Dikutip dari Seeking Alpha beberapa waktu lalu, kehadiran smart contract membuat beragam infrastruktur layanan tak perlu bergantung lagi pada centralized entities atau entitas terpusat. Artinya, sejumlah infrastruktur layanan tak lagi melibatkan campur tangan pihak ketiga.

Baca Juga

Kebutuhan akan smart contract atau kontrak cerdas pun diakomodasi dengan komprehensif oleh Ethereum. Lewat open-source blockchain tersebut, maka pengguna bisa membuat smart contract untuk beragam programmable condition termasuk transaksi keuangan.

Smart contract dianggap lebih efisien dibandingkan dengan kontrak konvensional yang membutuhkan peran dari pihak ketiga untuk menentukan beragam proses dari kesepakatan yang telah disetujui oleh pihak pertama dan pihak kedua. Artinya, lewat kontrak cerdas ini, maka pihak pertama dan kedua bisa menjalani beragam proses dengan lebih cepat tapi tetap aman.

Sebagai ilustrasi, peran smart contract bisa digunakan oleh investor dan tim produksi. Tanpa smart contract, biasanya investor dan tim produksi yang bertindak sebagai pengguna dana milik investor akan sangat membutuhkan pihak ketiga untuk memastikan bahwa kesepakatan itu bisa berjalan dengan baik dan memastikan seluruh pihak akan mendapat keuntungan sesuai dengan kesepakatan yang ada.

Jika kesepakatan itu berjalan dengan lancar, maka pihak perantara akan menyalurkan keuntungan kepada kedua pihak tersebut. Namun, kedua pihak itu wajib membayar jasa pihak ketiga.

Nah, dengan adanya smart contract, maka pihak investor dan tim produksi tak lagi memerlukan perantara sehingga seluruh proses bisa dilakukan dengan lebih cepat dan tanpa harus menyiapkan anggaran khusus untuk pihak ketiga.

Keamananya pun terjamin karena smart contract dibekali dengan kode token yang diperlukan untuk setiap aksi yang terkait dengan kontrak tersebut. Oleh karena itu, siklus kerja atau work flow dari smart contract juga perlu ditunjang oleh decentralized applications (dapps).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile