Kamis 07 Jul 2022 15:10 WIB

Korban Tenggelam di Pangandaran Rombongan Ikatan Remaja Masjid

Satu korban dilaporkan masih dalam pencarian..

Rep: Bayu Adji P/ Red: Teguh Firmansyah
...
Foto: SAR Bandung
Tim SAR gabungan melakukan pencarian satu orang yang dilaporkan tenggelam di Pantai Madasari, Kabupaten Pangandaran, Kamis (7/7/2022). Dalam kejadian itu, terdapat juga tiga wisatawan yang dilaporkan meninggal dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Sejumlah wisatawan dilaporkan terseret arus saat berenang di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Legokjawa, Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Kamis (7/7/2022). Sebanyak tiga orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Republika.co.id, empat korban itu merupakan bagian dari rombongan Ikatan Remaja Masjid (Irema) Nurul Huda, Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Para korban berkunjung ke tempat itu bersama puluhan orang lainnya.

Baca Juga

"Berangkat itu Kemarin (Rabu) sore setelah Ashar," kata ayah salah satu peserta rombongan, Tatang Farhat (50 tahun), yang di Kota Tasikmalaya, Kamis (7/7/2022).

Menurut dia, anaknya yang masih berusia 14 tahun izin untuk pergi ke wilayah Cijulang, Kabupaten Pangandaran, untuk bersama temannya di Irema Nurul Huda. Kegiatan berlibur ke Pangandaran itu merupakan agenda rutin yang biasa dilakukan remaja yang tergabung dalam Irema setiap musim libur sekolah.

Lantaran sudah biasa, Tatang memberikan izin kepada anaknya untuk ikut berlibur. Anaknya akhirnya berangkat bersama teman-temannya yang ada dalam rombongan. Rombongan yang berisi sekitar 45 orang itu berangkat ke Pangandaran dengan menggunakan dua mobil pikap dan sejumlah sepeda motor.

"Memang biasa habis perpisahan, rekreasi. Anak saya berangkat naik motor dengan temannya yang sudah dewasa," kata dia.

Di Pangandaran, rombongan menginap di rumah warga yang berlokasi di Kecamatan Cimerak. Sebab, terdapat salah satu dari rombongan yang memiliki keluarga di daerah itu.

Namun pada Kamis sekitar pukul 08.00 WIB, Tatang mendapat kabar buruk. Terdapat beberapa orang dalam rombongan itu tenggelam saat berenang. Bahkan, ada korban yang meninggal dunia dan hilang.

"Kaget ada kabar seperti ini. Istri saya juga panik. Namun alhamdulillah anak saya selamat. Memang saya sudah peringatkan anak saya agar tidak berenang. Soalnya cuaca sedang seperti ini," kata dia.

Berdasarkan informasi terakhir yang diterima Tatang pada Kamis siang, saat ini anaknya sedang dalam perjalanan dari Pangandaran menuju Tasikmalaya. Selain itu, salah satu korban menigggal juga sudah dalam perjalanan menuju Tasikmalaya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement