Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Timnya Digilas Arema di Kandang Sendiri, Pelatih PSIS: Pertempuran Ini Belum Berakhir

Kamis 07 Jul 2022 15:28 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Sejumlah pesepak bola dan staf pelatih PSIS Semarang memberi penghormatan di tengah lapangan kepada suporter mereka usai pertandingan semifinal leg 1 Piala Presiden 2022 melawan Arema FC di Stadion Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/7/2022). PSIS Semarang selaku tuan rumah dikalahkan Arema FC dengan skor 0-2.

Sejumlah pesepak bola dan staf pelatih PSIS Semarang memberi penghormatan di tengah lapangan kepada suporter mereka usai pertandingan semifinal leg 1 Piala Presiden 2022 melawan Arema FC di Stadion Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/7/2022). PSIS Semarang selaku tuan rumah dikalahkan Arema FC dengan skor 0-2.

Foto: ANTARA/Aji Styawan
Sergio mengakui sengaja mengubah skema permainan di babak kedua.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PSIS Semarang dipermalukan di depan suporter usai dikalahkan Arema FC. Skor 0-2 berakhir atas kekalahan PSIS di Stadion Jatidiri, Semarang, Kamis (7/7/2022). 

Atas hasil ini PSIS harus berjuang lebih keras di leg kedua nanti. Pelatih PSIS, Sergio Alexandre menyebut perjuangan PSIS di Piala Presiden belum berakhir. 

Baca Juga

"Saya memberikan pesan pada pemain, suporter, dan tim saya bahwa the war is not finish yet," kata Sergio usai laga. 

Sergio mengakui timnya banyak kehilangan peluang di babak pertama. Menurutnya, gagalnya peluang tersebut hanya soal keberuntungan yang tidak memihak pada timnya. 

"Dua peluang dari Marukawa dan Fortes dan saya kira kami kurang beruntung. Babak kedua justru Arema mencetak gol dari dua peluang mereka, saya sampaikan the war is not finish yet," kata Sergio.

Sergio turut menjawab anggapan timnya terlalu bermain terbuka. Dia mengakui hal itu wajar dilakukan karena tim bermain di kandang dan dihadapan para suporter. 

"Kadang kita harus mempresentasikan permainan kita seperti melakukan serangan. Di momen-momen tertentu kita memang bermai terlalu terbuka hingga Arema sempat mengontrol permainan dari akhirnya menjadi gol. Tapi wajar kita pemain ingin bermain menyerang di kandang," kata Sergio. 

Sergio mengakui sengaja mengubah skema permainan di babak kedua dengan menarik Cantillana. Sayangnya, PSIS justru terancam kehilangan Carlos Fortes karena cedera. 

Mantan pemain Arema FC ini tidak dapat melanjutkan pertandingan setelah ditandu keluar. Sergio pun ingin memastikan Fortes dalam keadaan baik-baik saja. 

"Cantillana kami ganti di babak kedua agar di laga selanjutnya dia bisa lebih segar. Saat ini kami akan melihat apa yang terjadi dengan Fortes. Tentu kita kehilangan striker seperti Fortes," kata Sergio. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile