Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Cacing Hati Masih Ditemukan pada Hewan Qurban di Bandung

Senin 11 Jul 2022 03:04 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ilham Tirta

Cacing hati pada hewan (ilustrasi).

Cacing hati pada hewan (ilustrasi).

Foto: Antara
Bagian yang terkena cacing hati langsung dipisahkan karena tidak layak konsumsi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Cacing hati masih ditemukan pada organ hewan kurban di Kota Bandung sesudah penyembelihan di hari raya Idul Adha, Ahad (10/7/2022). Bagian badan hewan qurban yang terkena cacing hati langsung dipisahkan karena tidak layak konsumsi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, sebanyak 164 petugas telah melakukan pemeriksaan post mortem terhadap hewan qurban yang sudah disembelih. Pemeriksaan dilakukan ke 229 lokasi tempat penyembelihan hewan kurban, Ahad (10/7/2022).

Baca Juga

"Setelah dipotong, diperiksa kepala, jeroan dan daging secara umum. Kalau ada kurang layak atau sakit atau membahayakan kita melakukan pemisahan, apkir (daging yang dipsahkan) tidak untuk didistribusikan," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (11/7/2022).

Dari 2.084 hewan kurban yang diperiksa, petugas menemukan pada 219 ekor sapi terdapat bagian organ hati yang terdapat cacing hati. Selain itu, terdapat pula pada bagian paru, limpa, dan jantung.

"Untuk sapi ditemukan di 219 ekor sapi bentuknya tidak utuh, organ ada hati 202 kilogram mengandung cacing hati, paru, limpa dan jantung harus diapkir," katanya.

Gin Gin mengatakan, tiap Idul Adha petugas memeriksa bagian kepala dan jeroan hewan qurban yang disembelih, terutama saat ini tengah merebak penyakit mulut dan kuku (PMK). Apabila ditemukan cacing hati, maka akan segera dipisahkan.

"Tidak utuh (yang terkena cacing hati), jarang satu ekor utuh, termasuk satu organ paru-paru. Kalau yang lain sehat tidak tercemar bisa dikonsumsi," katanya.

Ia melanjutkan, penyakit hati pada hewan qurban biasa sering ditemukan setiap qurban. Pihaknya memisahkan bagian yang tercemar agar tidak dikonsumsi, sebab dikhawatirkan telur cacing hati masih hidup meski dapat mati melalui proses pemasakan yang benar.

Sebelum pemeriksaan hewan kurban yang telah disembelih, Gin Gin menambahkan sebanyak 117 petugas telah memeriksa 13.780 lebih hewan qurban yang tersebar di 30 kecamatan. Pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan hewan qurban yang disembelih, sebab hari tasyrik masih beberapa hari ke depan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile