Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

8 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Polisi Ringkus Tukang Pijat Pelaku Pencabulan Anak di Salatiga

Senin 11 Jul 2022 13:43 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Seorang anak mengikuti aksi menentang kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Tukang pijat cabuli anak di bawah umur dengan modus ritual agar anak berprestasi. Ilustrasi.

Seorang anak mengikuti aksi menentang kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Tukang pijat cabuli anak di bawah umur dengan modus ritual agar anak berprestasi. Ilustrasi.

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Tukang pijat cabuli anak di bawah umur dengan modus ritual agar anak berprestasi

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Salatiga, Jawa Tengah meringkus TAW (47), seorang pria yang berprofesi tukang pijat. Dia ditangkap atas dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana dalam siaran pers di Semarang, Senin (11/7/2022), mengatakan tersangka adalah warga Sidorejo Kidul, Kota Salatiga. Tersangka beraksi dengan modus bisa membantu korban yang masih duduk di bangku SMP untuk menjadi pintar dan berprestasi dalam lomba.

Baca Juga

Indra menjelaskan peristiwa nahas tersebut bermula ketika korban bersama ibunya datang ke rumah pelaku untuk melakukan terapi pijat sekaligus meminta didoakan agar bisa menjadi juara dalam lomba sains. Pencabulan itu diduga terjadi di rumah pelaku di wilayah Dayaan, Sidorejo, Kota Salatiga. Kepada ibu korban, pelaku mengaku harus melakukan ritual terhadap korban agar nantinya berhasil dalam perlombaan.

Menurut dia, ibu korban mendapat laporan tentang dugaan tindak pencabulan itu saat kembali ke rumahnya. Ibu korban yang tidak terima dengan perbuatan pelaku kemudian melapor ke polisi.

Indra menjelaskan penyidik masih akan mengembangkan perkara tersebut untuk mengetahui kemungkinan adanya korban lainnya."Sementara ini baru satu korban yang melapor," katanya.Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile