Tafsir Surat Al-Kahf Ayat 51: Setan dan Iblis tidak Bisa Jadi Pelindung Manusia

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah

 Selasa 12 Jul 2022 17:11 WIB

Tafsir Surat Al-Kahf Ayat 51: Setan dan Iblis tidak Bisa Jadi Pelindung Manusia Foto: ANTARA/Arnas Padda Tafsir Surat Al-Kahf Ayat 51: Setan dan Iblis tidak Bisa Jadi Pelindung Manusia

Setan dan iblis tidak berkontribusi dalam penciptaan langit dan bumi.

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran menegaskan setan dan iblis tidak bisa menjadi pelindung manusia, karena mereka tidak berkontribusi dalam penciptaan langit dan bumi serta isinya. Karena hanya Allah SWT yang menciptakan langit dan bumi serta isinya, maka hanya Allah SWT saja yang berhak dan bisa menjadi menjadi pelindung manusia. Hal ini dijelaskan dalam Surah Al-Kahf Ayat 51 dan tafsirnya.

۞ مَآ اَشْهَدْتُّهُمْ خَلْقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَلَا خَلْقَ اَنْفُسِهِمْۖ وَمَا كُنْتُ مُتَّخِذَ الْمُضِلِّيْنَ عَضُدًا

Baca Juga

Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi, tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri. Aku tidak menjadikan mereka yang telah menyesatkan itu sebagai penolong. (AS Al-Kahf: 51)

Dalam ayat ini, menurut Tafsir Kementerian Agama, Allah SWT menerangkan tentang kekuasaan-Nya, dan menyatakan setan tidak berhak untuk menjadi pembimbing atau pelindung bagi manusia. Setan tidak mempunyai hak sebagai pelindung, tidak hanya disebabkan kejadiannya dari nyala api saja tetapi juga karena mereka tidak mempunyai saham (kontribusi) dalam menciptakan langit dan bumi ini.

Allah SWT menegaskan Iblis dan setan tidak dihadirkan untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi, ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Bahkan setan dan iblis tidak pula penciptaan diri mereka sendiri, dan tidak pula sebagian mereka menyaksikan penciptaan sebagian yang lain.

Jika setan dan iblis tidak punya andil dalam penciptaan langit dan bumi serta isinya itu, bagaimana mungkin mereka memberikan pertolongan dalam penciptaan tersebut. Dengan demikian, patutkah setan-setan itu dijadikan sekutu Allah? Allah SWT dalam menciptakan langit dan bumi ini tidak pernah sama sekali menjadikan setan-setan, berhala-berhala, dan sembahan-sembahan lainnya sebagai penolong.

Hanya Allah yang menciptakan alam semesta ini, tanpa pertolongan siapapun. Oleh karena itu, setan-setan dan berhala-berhala tidak patut dijadikan sekutu bagi Allah dalam peribadatan seorang hamba-Nya.

Sebab, yang disembah hanyalah yang ikut menciptakan bumi dan langit. Sekutu dalam penciptaan, sekutu pula dalam menerima ibadah. Sebaliknya tidak bersekutu dalam penciptaan, tidak bersekutu pula dalam menerima ibadah. Maka yang berhak menerima ibadah hanyalah Allah SWT.

Katakanlah (Muhammad), "Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah! Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya." (QS Saba: 22)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id