Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kelompok Remaja SCBD di Dukuh Atas, Satpol PP Siapkan Enam Posko

Selasa 12 Jul 2022 12:12 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi. Satpol PP Jakarta Pusat menempatkan enam posko seiring dengan kelompok remaja Sudirman, Citayam, Bojonggede, dan Depok (SCBD) yang nongkrong di Dukuh Atas dan Sudirman.

Ilustrasi. Satpol PP Jakarta Pusat menempatkan enam posko seiring dengan kelompok remaja Sudirman, Citayam, Bojonggede, dan Depok (SCBD) yang nongkrong di Dukuh Atas dan Sudirman.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Remaja diminta menjaga prokes, dan tidak berkumpul lebih dari jam 22.00 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat menempatkan enam posko penjagaan protokol kesehatan seiring dengan fenomena kelompok remaja Sudirman, Citayam, Bojonggede, dan Depok (SCBD) yang sering nongkrong di Dukuh Atas dan Sudirman. Dua dari enam posko tersebut ditempatkan di Menteng atau sekitar Jalan Kendal.

 

Empat posko lainnya ditempatkan di Tanah Abang. "Biasanya titik yang kami jaga hanya dua orang atau monitor saja, sekarang kami melakukan pemasangan tenda. Jadi, ada poskonya sendiri," kata Kepala Satpol PP Kecamatan Menteng Hendra saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (12/7/2022).

Baca Juga

Hendra menjelaskan, posko tersebut dijaga oleh tiga personel pukul 06.00-00.00 WIB. Menurut dia, dengan adanya penebalan personel ini, remaja yang sering nongkrong di Sudirman dan Dukuh Atas dapat menjaga protokol kesehatan (prokes), tidak membuang sampah sembarangan serta tidak berkumpul lebih dari jam 22.00 WIB.

Selain penempatan posko, Satpol PP bersama unsur tiga pilar, yakni Koramil dan Polsek Metro Menteng, serta Dishub DKI Jakarta, juga rutin melakukan penyisiran dan patroli ke Sudiman dan terowongan Kendal hingga pukul 00.00 WIB untuk memastikan tidak ada masyarakat yang berkerumun. "Setiap hari kita ada giat, tetapi yang lebih difokuskan hari Sabtu dan Minggu karena lonjakan pengunjungnya terjadi pada hari libur," kata Hendra.

Hendra menambahkan, pihaknya sudah memasang spanduk larangan membuang sampah sembarangan beserta sanksi yang akan diterapkan jika pengunjung melanggar. Pengunjung yang kedapatan membuang sampah sembarangan akan dikenakan sanksi kerja bakti, membersihkan sampah sekitar sambil menggunakan rompi bertuliskan "pelanggar".

Fenomena SCBD yang melakukan fashion show atau aksi unjuk busana ini didasari karena mereka menganggap bahwa potret suasana Stasiun Sudirman dan BNI City di Dukuh Atas seperti berada di Korea Selatan. "Mereka beranggapan di (Jalan) Kendal itu mirip dengan di Korea, makanya mereka senang berkumpul di sana," kata Hendra.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile