Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

CDC: Kematian Akibat Infeksi Superbug Meningkat di Awal Pandemi Covid-19

Rabu 13 Jul 2022 07:12 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Ciri antibiotik (ilustrasi). Resistensi antimikroba terjadi ketika kuman kebal terhadap obat. Banyaknya pasien yang tidak menghabiskan obat sesuai resep atau bahkan mengonsumsi antibiotik tanpa resep dapat membuat kuman berkembang lebih kuat.

Ciri antibiotik (ilustrasi). Resistensi antimikroba terjadi ketika kuman kebal terhadap obat. Banyaknya pasien yang tidak menghabiskan obat sesuai resep atau bahkan mengonsumsi antibiotik tanpa resep dapat membuat kuman berkembang lebih kuat.

Foto: www.freepik.com.
Superbug ialah kuman yang resisten terhadap antibiotik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah kasus infeksi superbug yang resisten obat memburuk selama tahun pertama pandemi Covid-19. Merujuk laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), pandemi memicu peningkatan sekitar 15 persen dalam infeksi dan kematian yang disebabkan oleh beberapa infeksi paling mengkhawatirkan.

 

Ahli dari CDC, Dr Arjun Srinivasan, menyebut hal ini sebagai masalah serius. Dia menduga, beberapa faktor mungkin telah menyebabkan lonjakan kasus, termasuk cara penanganan Covid-19 di awal 2020, yakni ketika virus pertama kali menyebar di AS.

Baca Juga

Resistensi antimikroba terjadi ketika kuman seperti bakteri dan jamur mendapatkan kekuatan untuk melawan obat. Penyalahgunaan antibiotik menjadi alasan besar terjadinya resistensi, di mana banyak pasien tidak menghabiskan obat sesuai resep atau bahkan mengonsumsi antibiotik tanpa resep sehingga membuat kuman berkembang lebih kuat.

Sebelum pandemi, CDC mencatat infeksi superbug di AS tampaknya menurun. Kematian turun 18 persen antara 2012 hingga 2017, ketika sekitar 36 ribu orang Amerika meninggal karena infeksi yang resisten terhadap obat.

Kala itu, pemerintah mengapresiasi rumah sakit karena menggunakan antibiotik dengan lebih bijaksana dan secara sigap mengisolasi pasien yang mungkin menyebarkan kuman. Hingga kini, CDC belum mengantongi data lengkap tentang semua superbug di tahun 2020.

Ini karena sebagian karena pejabat kesehatan harus fokus pada Covid-19. Tetapi CDC memiliki data dari tujuh jenis infeksi bakteri dan jamur yang terdeteksi pada pasien rumah sakit.

Dua di antaranya ialah bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan carbapenem-resistant Enterobacterales (CRE) yang dikenal sebagai "bakteri mimpi buruk" karena memiliki tingkat resistensi yang tinggi terhadap antibiotik yang biasa digunakan. CDC melihat peningkatan 15 persen atau lebih dalam infeksi dan kematian dari kelompok kuman itu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile