Ahad 17 Jul 2022 23:26 WIB

Arema FC Keluar Sebagai Juara Piala Presiden 2022 

Arema juara berkat agregat 1-0..

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Gilang Akbar Prambadi
...
Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Pesepak bola Arema FC Abel Camara (kanan) memeluk rekannya. Arema keluar sebagai juara Piala Presiden 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Arema FC keluar sebagai juara Piala Presiden 2022 setelah menahan imbang Borneo FC 0-0 di leg kedua final Piala Presiden 2022 di Stadion Segiri, Samarinda, Ahad (17/7/2022) malam WIB. Arema berhak lolos dengan keunggulan agregat 1-0 setelah laga berakhir imbang tanpa gol. 

Arema punya modal 1-0 dari leg pertama sebelum pertandingan ini dimulai. Mereka memberikan tekanan ke area pertahanan Borneo sejak menit awal pertandingan. Namun tuan rumah berhasil mengantisipasi setiap ancaman tersebut sehingga gawang Angga Saputro tetap aman. 

Baca Juga

Sementara itu, Borneo lebih banyak mengandalkan umpan-umpan jauh saat serangan balik untuk membuka peluang ke gawang Arema. Di menit ke-10, tim tuan rumah akhirnya berhasil menciptakan peluang tapi penyelesaian yang dilakukan oleh Lilipaly masih belum menemui sasaran. 

Setelah sepuluh menit pertama, Borneo mulai tampil keluar ke area pertahanan Arema. Borneo memiliki peluang dari situasi tendangan bebas di menit ke-20. Beberapa percobaan tembakan dilepaskan ke gawang tapi setelah tiga kali bola rebound Borneo hanya mendapatkan tendangan sudut yang kemudian bisa ditangani oleh Arema. 

Hingga menit ke-40 Borneo terus menekan pertahanan Arema. Beberapa ancaman ke gawang berhasil diciptakan seperti saat Lilipaly melepaskan tendangan bebas yang ditanduk oleh Agung tapi masih bisa diamankan oleh Adilson Maringa. Tiga menit berselang Borneo hampir memecah kebuntuan dari upaya Bustos, Johan Alfarizie berhasil menyelamatkan gawang yang sudah ditinggalkan Adilson. 

Di sepuluh menit pertama babak kedua, Borneo mengurung Arema di area pertahanan sendiri. Tapi tuan rumah juga tampak kesulitan menembus tembok pertahanan Arema yang begitu rapih. Dengan keunggulan agregat satu angka, wajar jika Arema memilih bertahan dan mengandalkan serangan balik untuk mencari gol. 

Di menit ke-63 Arema akhirnya berhasil mendapatkan peluang emas dari skema serangan balik cepat. Camara memimpin serangan di sisi kanan dan memberikan umpan kepada Rafli. Tapi Rafli gagal memanfaatkan peluang emas di depan kotak penalti saat pemain Borneo belum sepenuhnya kembali ke area pertahanan. Tendangan Rafli melambung di atas mistar. 

Borneo terus menekan di waktu tersisa. Tuan rumah melalukan banyak percobaan tembakan baik dari dalam maupun luar kotak penalti tapi hanya beberapa yang mengarah ke gawang dan itu pun masih bisa diamankan oleh Adilson. Sementara umpan-umpan lambung ke area kotak penalti masih dapat dihalau. 

Selain itu, pertandingan pun berlangsung dengan tensi tinggi dari kedua tim, dengan sejumlah kartu kuning telah dikeluarkan oleh wasit. Dengan banyaknya waktu yang terbuang, wasit pun memberikan tambahan waktu delapan menit. Namun tidak ada gol tercipta hingga pertandingab berakhir. Arema pun keluar sebagai juara dengan agregat 1-0.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement