Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Akbar Tanjung Siap Bantu Sosialisasikan KIB

Rabu 20 Jul 2022 22:40 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung

Foto: Antara/Jojon
Akbar mengingatkan Partai Golkar dapat bisa meraih jumlah kursi maksimal di parlemen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tanjung, menyatakan siap membantu menyosialisasikan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). "Saya akan membantu menyosialisasikan kepada seluruh tingkatan kepengurusan Partai Golkar," katanya politikus senior itu, di Jakarta, Kamis (20/7/2022).

 

Ia berharap koalisi KIB dapat bekerjasama dengan baik dalam rangka menghadapi berbagai agenda politik jelang Pemilu 2024. "Partai-partai yang bergabung dengan KIB dapat meraih dukungan suara terbesar," katanya.

Baca Juga

Khusus Partai Golkar dia mengingatkan untuk dapat meraih jumlah kursi maksimal di parlemen. "Golkar pernah menjadi pemenang Pemilu pada 2004 dengan 128 kursi," ujarnya.

Kata dia, selama dua periode Pemilu terakhir, Partai Golkar terus mengalami kemunduran jumlah kursi di Parlemen. Pemilu 2014, Partai Golkar mendapatkan 91 kursi dan Pemilu 2019 hanya memperoleh 85 kursi. "Terus pro aktif melakukan kampanye, setidaknya masuk dua besar perolehan kursi parlemen," pesan Akbar.

Sebelumnya, tiga ketua umum partai politik secara resmi menandatangani nota kesepahaman dibentuknya KIB di Jakarta, Sabtu malam. Penandatanganan itu dilakukan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan, Suharso Monoarfa, dan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan.

Tiga pimpinan partai politik itu juga menyepakati bahwa koalisi masih terbuka untuk partai politik lainnya yang ingin bergabung. Selain itu, koalisi dibangun untuk menghentikan politik identitas, diharapkan masyarakat tidak terbelah serta untuk kepentingan rakyat yang bersatu.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile