Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

 

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Zelensky: Ukraina Siap Ekspor Gandum Senilai Rp 150,14 Triliun

Sabtu 23 Jul 2022 19:04 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Nidia Zuraya

Petani Serhiy menunjukkan biji-bijiannya di lumbungnya di desa Ptyche di wilayah Donetsk timur, Ukraina, Minggu, 12 Juni 2022. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa negaranya memiliki gandum senilai 10 miliar dolar AS.

Petani Serhiy menunjukkan biji-bijiannya di lumbungnya di desa Ptyche di wilayah Donetsk timur, Ukraina, Minggu, 12 Juni 2022. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa negaranya memiliki gandum senilai 10 miliar dolar AS.

Foto: AP/Efrem Lukatsky
Rusia dan Ukraina telah bersepakat untuk membuka kembali ekspor gandum.

REPUBLIKA.CO.ID, KYIV -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa negaranya memiliki gandum senilai 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp 150,14 triliun (kurs Rp 15.014 per dolar AS) yang siap untuk dijual.

 

Rusia dan Ukraina telah bersepakat untuk membuka kembali ekspor yang sebelumnya diblokir selama perang. Artinya, Ukraina kembali memiliki kesempatan untuk menjual hasil panen mereka.

Baca Juga

"Ini adalah demonstrasi lain bahwa Ukraina dapat menahan perang," kata  Zelensky dalam pidato larut malam seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (23/7/2022).

Rusia dan Ukraina menandatangani kesepakatan penting itu pada Jumat (22/7/2022). Kesepakatan itu termasuk membuka kembali pelabuhan Laut Hitam Ukraina untuk ekspor biji-bijian.

Kesepakatan baru itu juga meningkatkan harapan bahwa krisis pangan internasional yang diperparah oleh invasi Rusia dapat diredakan.

"Sekitar 20 juta ton hasil panen gandum tahun lalu akan diekspor. Juga akan ada peluang untuk menjual hasil panen tahun ini. Saat ini kami memiliki biji-bijian senilai sekitar 10 miliar dolar AS," kata Zelensky.

Kesepakatan itu ditengahi oleh PBB dan Turki . Kesepakatan itu dilakukan untuk mencegah bencana pangan global yang dapat menyebabkan kekacauan di banyak negara.

"Mungkin ada beberapa provokasi dari pihak Rusia, upaya untuk mendiskreditkan upaya Ukraina dan internasional, tapi kami percaya pada PBB," kata Zelensky.

sumber : Reuters
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile