Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Direktur Teknik Arsenal Kecam Pemain Bayaran Tinggi yang Berkinerja Buruk

Senin 25 Jul 2022 14:14 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

 Para pemain Arsenal (ilustrasi)

Para pemain Arsenal (ilustrasi)

Foto: AP/John Raoux
Beberapa bintang Arsenal sebelumnya nyaman dengan upah tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Teknik Arsenal Eduardo Cesar Gaspar mengecam pemain yang telah dibayar tinggi tapi berkinerja buruk dan malah "membunuh" klub.  Arsenal telah merombak skuad mereka sejak Mikel Arteta ditunjuk sebagai manajer pada Desember 2019. Proses itu berlanjut musim panas ini, dengan pemain seperti Gabriel Jesus dan Oleksandr Zinchenko bergabung dari Manchester City.

 

The Gunners juga telah menyingkirkan beberapa pemain selama waktu itu, dengan beberapa kontrak mereka diputus. Daftar itu termasuk orang-orang seperti Mesut Ozil dan Pierre-Emerick Aubameyang, dan Edu kini mengungkapkan beberapa bintang itu nyaman dengan upah tinggi.

Baca Juga

"Jika seorang pria tampil dan memiliki gaji besar, itu tidak masalah," katanya kepada wartawan pada tur pramusim Arsenal di Amerika Serikat dikutip dari Standard, Senin (25/7/2022). "Ketika pemain berusia 26 tahun lebih, gaji besar dan dia tidak tampil, dia membunuh Anda," ujarnya.

"Anda tidak memiliki penilaian untuk menjual pemain, pemain itu nyaman dan gaji yang bagus. Berapa banyak pemain dengan karakteristik seperti itu yang kami miliki di masa lalu? 80 persen dari skuad," jelasnya. 

Dia mengatakan mencoba menahannya satu tahun lagi justru akan menimbulkan masalah di ruang ganti. Sebab itu jalan terbaik adalah mengeluarkannya. "Bahkan jika Anda harus membayar karena orang itu terkadang menghalangi seseorang," katanya.

Arsenal telah menghabiskan lebih dari 100 juta poundsterling untuk transfer musim panas ini dan bisa lebih aktif selama beberapa pekan mendatang, dengan penutupan jendela untuk bisnis pada 1 September. The Gunners sedang mencari pemain sayap. Edu menjelaskan bahwa kepindahan Raphinha akan selalu sulit untuk diselesaikan. 

"Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan agen dan pemain karena itu adalah bagian dari peran saya," katanya. "Namun ketika saya mulai berbicara dengan mereka, mereka juga menjelaskan kepada saya, tidak hanya beberapa ide tentang Arsenal (tetapi juga klub lain)," kata Edu.

"Saya berkata, 'Bersikaplah transparan kepada saya karena saya dapat membantu Anda: kemungkinan apa yang Anda miliki? Apa yang ingin kamu lakukan? Saya dapat memberi Anda informasi tetapi memberi saya sedikit juga," ujarnya.

"Misalnya, Raphinha jelas – dan (agen) Deco adalah teman dekat saya – dia ingin pergi ke Barcelona. Itu adalah mimpinya. Jadi saya berkata, 'Terima kasih banyak'," kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile