Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

 

2 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ridwan Kamil: Citayam Fashion Week Jangan Ganggu Aktivitas Publik

Rabu 27 Jul 2022 17:44 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Gubernur Ridwan Kamil saat mencoba menjajal catwalk di Citayam Fashion Week

Gubernur Ridwan Kamil saat mencoba menjajal catwalk di Citayam Fashion Week

Foto: Instagram Ridwan Kamil
Apapun aktivitas warga di ruang publik jangan sampai melanggar aturan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil mengimbau aktivis muda-mudi di Citayam Fashion Week yang di antaranya berasal dari warga Depok dan Bogor, jangan mengganggu aktivitas publik di lokasi tersebut. "Saya dukung, apapun enggak hanya Citayam, ya. Apapun aktivitas warga di ruang publik jangan sampai melanggar, jangan sampai demikian," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Rabu (27/7/2022).

 

Ridwan Kamil meminta agar apapun kegiatan pemuda di Tanah Air, seperti Citayam Fashion Week, jangan sampai mengganggu masyarakat atau melanggar peraturan yang berlaku. "Dan saya sudah ingatkan, fenomena ini tidak ada masalah, kecuali kalau sudah melanggar. Apa itu definisi melanggar, yakni melanggar ketertiban, mengganggu lalu lintas, itu harus ditertibkan," katanya.

Baca Juga

Dia menuturkan pelanggaran yang biasa terjadi dalam sebuah aktivitas remaja ialah seperti mengotori kota atau membuang sampah sembarangan. Hal semacam itu, Ridwan Kamil mengatakan, harus ditertibkan. "Lalu menggelandang. Jadi saya dukung apapun, nggak hanya Citayam, ya, apapun aktivitas-aktivitas warga di ruang publik yang sudah mulai melanggar, ditertibkan," katanya.

Sehingga jangan sampai permasalahan pelanggaran malah digeser ke substansi ekspresinya yang merupakan hak setiap masyarakat. "Kalau untuk sisi ekspresinya mah nggak ada masalah. Satu, karena faktor usianya, namanya remaja. Dua, butuh ruang ekspresi. Saya kira tidak ada masalah, diwadahi saja," kata dia. "Jadi itu proporsional. Jangan menggeser substansi ekspresinya, tapi ekses-eksesnya saja," tambah Ridwan Kamil.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile