Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Lebih dari 707 RIbu Sapi Sudah Divaksinasi PMK

Rabu 27 Jul 2022 14:00 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK) melaporkan, 707.580 ekor sapi telah menjalani vaksinasi PMK hingga Rabu (27/7/2022). (ilustrasi)

Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK) melaporkan, 707.580 ekor sapi telah menjalani vaksinasi PMK hingga Rabu (27/7/2022). (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas
PMK yang terjadi di 268 kabupaten/kota di Indonesia mayoritas menyerang sapi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK) melaporkan, 707.580 ekor sapi telah menjalani vaksinasi PMK hingga Rabu (27/7/2022). Berdasarkan data Satgas PMK yang dikutip di Jakarta, diketahui bahwa penyakit mulut dan kuku telah menyerang hewan ternak di 268 kabupaten/kota dari 22 provinsi di Indonesia dengan mayoritas menyerang sapi.

Hingga hari ini, terdapat total 430.171 hewan ternak yang telah terjangkit penyakit tersebut yang terdiri atas 220.519 ekor telah sembuh, 199.188 ekor belum sembuh, 3.952 ekor mati, dan 6.512 ekor dipotong dengan syarat tertentu. Rincian hewan ternak yang sakit adalah 414.169 sapi, 11.314 kerbau, 1.569 domba, 3.072 kambing, dan 47 babi.

Baca Juga

Sementara itu, hewan ternak yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 212.086 sapi, 5.792 kerbau, 949 domba, 1.676 kambing, dan 16 babi. Hewan yang masih belum sembuh tercatat ada 191.809 sapi, 5.414 kerbau, 605 domba, 1.329 kambing, dan 31 babi. Hewan ternak yang dinyatakan mati akibat PMK di seluruh Indonesia terdiri dari 3.869 sapi, 64 kerbau, delapan domba dan 11 kambing.

PMK muncul pertama kali di Jawa Timur yang dikonfirmasi pada 5 Mei 2022. Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK) meminta aparat untuk memperketat dan menertibkan pihak-pihak yang memanfaatkan situasi wabah PMK pada hewan ternak. "Kami mohon kepada Satgas pengendalian PMK di daerah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk selalu memperketat pengawasan dan penertiban pihak-pihak yang mengambil keuntungan pribadi dari situasi wabah PMK ini," ujar Koordinator Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK) Wiku Adisasmito.

Wiku mengimbau kepada Satgas PMK dan petugas terkait dilakukan untuk menerapkan tindak pengamanan biosecurity yang ketat, juga saat bertugas di area peternakan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile