Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kementan Ajak Jaga Pangan Untuk Hadapi Krisis Pangan Global

Rabu 27 Jul 2022 15:49 WIB

Red: Christiyaningsih

Irjen Kementan, Jan Samuel Maringka, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Bidang Ketahanan Pangan di Pontianak, Kalimantan Barat.

Irjen Kementan, Jan Samuel Maringka, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Bidang Ketahanan Pangan di Pontianak, Kalimantan Barat.

Foto: Kementan
Kementan ajak semua pihak awasi produksi pangan nasional hadapi krisis pangan global

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK - Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (Itjen Kementan) mengajak jajaran Pemprov Kalimantan Barat untuk sama-sama mengawasi produksi pangan nasional sebagai kebutuhan dasar masyarakat Indonesia dalam menghadapi kemungkinan terjadinya krisis global. Hal tersebut ditegaskan Irjen Kementan, Jan Samuel Maringka, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Bidang Ketahanan Pangan di Pontianak, Kalimantan Barat.

 

"Kedaulatan pangan itu harus menjadi komitmen bersama. Untuk mencapainya kita tidak harus melalui gerakan besar, tapi dengan yang kecil juga bisa kita lakukan asalkan bersama-sama. Kita ajak semua pihak untuk menjaga pangan," ujar Jan Maringka, Rabu (27/7/2022).

Baca Juga

Menurut Jan Maringka, sektor pangan merupakan sektor yang sangat penting untuk membangun bangsa dan negara yang lebih maju dan berkembang. Pangan adalah hal yang sangat dasar dan menjadi bagian viral dari semua sendi ekonomi masyarakat sekaligus tolak ukur dari kesejahteraan rakyat.

"Itulah pentingnya koordinasi. Jaga pangan adalah program pengawasan dalam rangka memberikan kontribusi kepada pertanian sehingga mencapai target-targetnya dan ini harus kita lakukan bersama. Tidak bisa kita kerja sendiri. Semua perlu kolaborasi agar program pertanian bisa tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran. Mari Jaga Pangan, Jaga Masa Depan," ucapnya.

Sebagai informasi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan pengamanan pangan nasional aman terkendali dalam menghadapi geopolitik dan geostrategi dunia. Menurut SYL, strategi yang dibangun sejauh ini sudah selaras dengan program jangka panjang Kementan, terutama berkaitan ketahanan pangan dan peningkatan daya saing berkelanjutan.Di antaranya meningkatkan kapasitas produksi dan menguatkan cadangan sistem logistik pangan.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengapresiasi ajakan Irjen Kementan dalam menjaga pangan nasional. Sejalan dengan hal itu, kata Sutarmidji, pihaknya telah membuat program jangka pangan yang fokus pada sektor pertanian.

"Saya waktu di awal jadi gubernur juga sudah langsung fokus membuat program jangka panjang mengenai pangan dan masalah pangan yang dibenahi adalah hulu hilirnya. Alhamdulillah beras kita sudah surplus dan selama beberapa bulan terakhir kita tidak lagi menjadi penyumbang inflasi di Kalbar," katanya.

Sutarmidji mengatakan produksi hortikultura di Kalbar terus mengalami peningkatan. Bahkan saat ini pihaknya fokus menargetkan kebutuhan ekspor mengingat kebutuhan dalam negeri di daerah Kalbar sudah tercukupi. "Namun selain itu kita juga terus mengembangkan produk pertanian lokal yang memiliki peluang nilai ekspor. Insya Allah kita ingin Kalbar bisa swasembada memenuhi kebutuhan sendiri," ujarnya.

Untuk diketahui, Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Bidang Ketahanan Pangan di Pontianak ini dipimpin langsung Irjen Jan Samuel Marinka dan dihadiri Kepala Kapikda Kalbar Irjen Suryanbodo Asmoro, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalbar Masyhudi, perwakilan Pemerintah Provinsi Kalbar, BPKP Perwakilan Kalbar, dan Kepala UPT lingkup Pertanian di Provinsi Kalbar.

Inspektur 3 Itjen Kementan, Fuadi AK, menambahkan rapat koordinasi ini dilakukan untuk menguatkan dialog bersama antar stakeholders se-Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka konsolidasi dan bersinergi menjaga pangan nasional. "Koordinasi ini melibatkan gubernur, Aparatur Pengawas Intern Pemerintah (APIP). Dimulai dengan Kota Pontianak, kemudian dilanjutkan ke Singkawang untuk berkoordinasi dengan stakeholders Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas," ujar Fuadi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile