Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Belajar dari Kebaikan dan Kasih Sayang Nabi Muhammad

Kamis 28 Jul 2022 10:58 WIB

Rep: mgrol135/ Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi Nabi Muhammad SAW. Belajar dari Kebaikan dan Kasih Sayang Nabi Muhammad

Ilustrasi Nabi Muhammad SAW. Belajar dari Kebaikan dan Kasih Sayang Nabi Muhammad

Foto: MGROL100
Nabi Muhammad menjadi teladan dalam menunjukkan kasih sayang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang berusaha keras mempersulit orang lain meskipun bersikap baik dan murah hati akan lebih mudah. Ini adalah kenyataan yang buruk dan juga menular.

Ketika Anda telah disakiti atau dimarahi dengan kasar, itu mengubah suasana hati dan membuat Anda lebih mungkin untuk bertindak dengan cara yang sama kasarnya kepada orang lain. Kita semua pernah mengalaminya.

Baca Juga

Dibutuhkan keinginan untuk bisa melepaskan dan membalas kejahatan dengan kebaikan. Tetapi kenyataannya adalah tidak ada penangkal keburukan seperti kata-kata baik atau bahkan senyum dari orang asing yang peduli.

Ketika kita tidak dapat menemukan kasih sayang, kita hanya dapat melihat kepada Nabi Muhammad yang menunjukkan kebaikan dan kasih sayang bahkan di hari-hari tergelapnya. Ketika kita tidak dapat menemukan orang yang baik dan baik hati untuk menunjukkan kasih sayang kepada kita, kita dapat mengikuti teladan Nabi Muhammad.

Belajar dari Kebaikan dan Kasih Sayang Nabi Muhammad

1. Kasih sayang untuk anak-anak

Nabi Muhammad SAW mencium cucunya Al-Hasan bin Ali. Aqr'a bin Habis, yang bersamanya saat itu berkata: “Saya memiliki sepuluh anak laki-laki dan tidak pernah mencium satupun dari mereka”.

Nabi melihatnya dan berkata: “Barang siapa tidak mau berbelas kasih,maka ia tidak akan mendapatkan belas kasih.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kita bisa melihat bahwa Aqr'a ibn Habis sedang mencoba memuji diri sendiri atas apa yang dia anggap sebagai kekuatan dan ketangguhan. Tapi Nabi SAW menembak ide itu dengan cara yang paling ringkas dan sempurna.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile