Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Bantah Kabur, Maming: Saya Ziarah ke Makam Wali Songo

Kamis 28 Jul 2022 22:20 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Teguh Firmansyah

Tersangka kasus dugaan suap izin usaha pertambangan di Tanah Bumbu Mardani H Maming mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/7/2022). KPK resmi menahan mantan Bupati Tanah Bumbu tersebut setelah sebelumnya sempat menjadi DPO KPK.

Tersangka kasus dugaan suap izin usaha pertambangan di Tanah Bumbu Mardani H Maming mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/7/2022). KPK resmi menahan mantan Bupati Tanah Bumbu tersebut setelah sebelumnya sempat menjadi DPO KPK.

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Untuk penyidikan, KPK menahan Mardani H Maming

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani Maming membantah telah menghilang atau kabur selama beberapa hari ini. Maming menjelaskan, alasan ia tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran sedang berziarah ke makam Wali Songo. Dia bahkan mengeklaim bahwa pihaknya sudah mengirim surat konfirmasi penundaan pemeriksaan sebagai tersangka kepada KPK. 

 

Hal itu Maming sampaikan usai KPK resmi menahan dirinya pada Kamis (28/7/2022) malam. Maming akan ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan KPK atas kasus dugaan suap dan gratifikasi izin usaha pertambanga di Kabupaten Tanah Bumbu. 
 
"Bukan saya hilang, tapi saya pergi ziarah. Ziarah Wali Songo habis itu balik tanggal 28 Juli sesuai janji saya dan saya hadir," kata Mardani kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. 
 
Maming mengungkapkan, ia telah mengirimkan surat penundaan pemeriksaan kepada KPK melalui kuasa hukumnya sejak Senin (25/7/2022). Namun, lembaga antikorupsi itu justru memasukkan namanya dalam daftar pencarian orang (DPO) pada Selasa (26/7/2022).
 
"Tanggal 25 saya kirim surat ke KPK pada hari Senin, saya menyampaikan bahwa saya akan hadir tanggal 28 setelah selesai praperadilan,"  jelasnya. 
 
Untuk diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengumumkan Mardani Maming (MM) sebagai tersangka atas suap dan gratifikasi terkait izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantam Selatan. Maming pun langsung ditahan oleh lembaga antirasuah ini.
 
Dalam kasus ini, Maming disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile