Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

4 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Buat Video Propaganda, Anggota ISIS Asal Kanada Dihukum Seumur Hidup    

Ahad 31 Jul 2022 05:42 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Nashih Nashrullah

Gerakan ISIS (ilustrasi). Anggota ISIS asal Kanada mendapat hukuman seumur hidup di Amerika Serikat

Gerakan ISIS (ilustrasi). Anggota ISIS asal Kanada mendapat hukuman seumur hidup di Amerika Serikat

Foto: VOA
Anggota ISIS asal Kanada mendapat hukuman seumur hidup di Amerika Serikat

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON–Seorang ekstremis Kanada yang jadi tersangka dalam pembuatan video propaganda kelompok ISIS dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada Jumat, (29/7/2022). 

Departemen Kehakiman Amerika Serikat juga menyebutnya telah membuat beberapa video kekerasan yang dipublikasikan.  

Baca Juga

Dilansir dari Al Arabiya, Sabtu (30/7/20222), terdakwa Mohammed Khalifa mengaku bersalah pada bulan Desember karena berkonspirasi untuk memberikan dukungan material kepada ISIS yang mengakibatkan kematian. 

Menurut dakwaan Departemen Kehakiman (DOJ), dia meninggalkan Kanada pada 2013 untuk bergabung dengan ISIS di Suriah. 

Dia juga dengan cepat mengambil peran utama dalam pemerintahan yang memproklamirkan diri telah berkuasa atas Suriah dan Irak. 

Khalifa, sekarang berusia 39 tahun, dengan cepat mulai memiliki peran penting dalam ISIS dan pada 2014 telah menjadi anggota kunci dari propaganda, kata DOJ, khususnya karena penguasaan bahasa Inggris dan Arab miliknya. 

Peran utamanya berada di balik produksi video sandera asing yang dieksekusi, termasuk jurnalis Amerika Serikat James Foley dan Steven Sotloff, yang dipenggal kepalanya pada 2014.

Khalifa juga menerjemahkan suara bahasa Inggris untuk dua video ISIS yang paling “sangat kejam”, dari 2014 dan 2017, di mana dia terlihat mengeksekusi tentara Suriah, kata DOJ.

Dia juga diduga sebagai narator video perekrutan yang menunjukkan serangan ISIS di Prancis dan Belgia, yang mendesak orang lain untuk mengambil bagian dalam tindakan kekerasan serupa. 

Pada Januari 2019, Khalifa ditangkap dalam baku tembak oleh pasukan Suriah yang didominasi Kurdi yang bersekutu dengan Amerika Serikat.  

Dalam sebuah wawancara pada tahun yang sama dengan CBC Kanada dari penjara Suriah, Khalifa tidak menunjukkan penyesalan atas tindakannya.  

Dia mengatakan ingin kembali ke Kanada bersama istri dan ketiga anaknya, tetapi dengan syarat dia tidak akan diadili di sana. Namun, pada 2021 dia dipercayakan kepada otoritas Amerika dan akhirnya dipindahkan ke Amerika Serikat. Alkhaledi kurnialam         

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile