Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kapal Logistik Biji-bijian Pertama Tinggalkan Pelabuhan Odesa di Ukraina

Senin 01 Aug 2022 06:50 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Dalam foto ini disediakan oleh Kantor Pers Kepresidenan Ukraina, sebuah kapal kargo Polarnet Turki sedang memuat gandum Ukraina di sebuah pelabuhan di wilayah Odesa, Ukraina, Jumat, 29 Juli 2022.

Dalam foto ini disediakan oleh Kantor Pers Kepresidenan Ukraina, sebuah kapal kargo Polarnet Turki sedang memuat gandum Ukraina di sebuah pelabuhan di wilayah Odesa, Ukraina, Jumat, 29 Juli 2022.

Foto: Ukrainian Presidential Press Office via AP
Kapal bermuatan jagung itu akan berlayar menuju Lebanon.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Kapal pertama yang membawa muatan gandum meninggalkan Ukraina dari pelabuhan Odesa pada pukul 05.30 waktu setempat pada Senin (1/8/2022). Kementerian Pertahanan Turki mengatakan, Kapal Razoni berbendera Sierra Leone, yang membawa muatan jagung akan berlayar menuju ke Lebanon.

 

Keberangkatan kapal pertama ini berlangsung setelah Rusia, Ukraina, Turki, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menandatangani perjanjian ekspor biji-bijian dan pupuk pada Juli. Kesepakatan itu bertujuan untuk memungkinkan perjalanan yang aman bagi pengiriman biji-bijian dari Chornomorsk, Odesa dan Pelabuhan Pivdennyi.  

Baca Juga

“Disepakati untuk kapal kargo berbendera Sierra Leone bernama Razoni, yang membawa jagung untuk berangkat dari pelabuhan Odesa pada 08.30 pagi (05.30 GMT) pada 1 Agustus untuk pergi ke Lebanon,” kata pernyataan Kementerian Pertahanan Turki.  

"Pengerahan kapal lain direncanakan dalam lingkup koridor dan metode yang ditentukan sebagai bagian dari perjanjian 22 Juli," kata Kementerian Pertahanan Turki menambahkan.

Pejabat kepresidenan Ukraina mengatakan ada 17 kapal yang berlabuh di pelabuhan Laut Hitam Ukraina dengan muatan hampir 600 ribu ton kargo. Dari total jumlah tersebut, 16 kapal membawa gandum Ukraina dengan total tonase sekitar 580 ribu ton.  

Pengiriman gandum dan biji-bijian Ukraina melalui laut telah terhenti sejak invasi Rusia pada Februari lalu. Hal ini memicu kenaikan harga global untuk biji-bijian, minyak goreng, bahan bakar dan pupuk.

Moskow telah membantah bertanggung jawab atas krisis pangan. Mereka justru menyalahkan sanksi Barat karena memperlambat ekspor. Rusia juga menyalahkan Ukraina karena memasang ranjau di area pelabuhannya.

Sebuah pusat koordinasi didirikan di Istanbul untuk mengawasi kapal-kapal yang berangkat dari Ukraina. Pusat koordinasi itu juga memeriksa kapal-kapal yang masuk sebagai bagian dari perjanjian.  Delegasi PBB, Rusia, Ukraina dan Turki bekerja di pusat koordinasi tersebut.

Rusia dan Ukraina adalah pemasok gandum global utama. Perjanjian bertujuan untuk meredakan krisis pangan dan mengurangi kenaikan harga biji-bijian global.  

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile