Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Anggota Parlemen Berjilbab Pertama Australia Ajak Muslimah Bangga Pakai Jilbab

Senin 01 Aug 2022 12:13 WIB

Rep: mgrol135/ Red: Ani Nursalikah

Seorang Muslimah Australia, Fatima Payman baru saja memenangkan kursi Senat keenam dan terakhir di Australia Barat. Dia menjadi orang Afghanistan-Australia pertama dan wanita Muslim berjilbab pertama di parlemen. Anggota Parlemen Berjilbab Pertama Australia Ajak Muslimah Bangga Pakai Jilbab

Seorang Muslimah Australia, Fatima Payman baru saja memenangkan kursi Senat keenam dan terakhir di Australia Barat. Dia menjadi orang Afghanistan-Australia pertama dan wanita Muslim berjilbab pertama di parlemen. Anggota Parlemen Berjilbab Pertama Australia Ajak Muslimah Bangga Pakai Jilbab

Foto: Facebook/Fatima Payman
Jilbab di parlemen Australia mencerminkan keragaman sejati.

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Dalam sebuah kegiatan bertujuan menginspirasi generasi muda, wanita Muslim berjilbab pertama di parlemen federal Australia Fatima Payman dalam pidato perdananya di Senat pada pekan lalu mendorong gadis-gadis yang mengenakan jilbab untuk memakainya dengan bangga.

Dengan bangga berbicara kepada Senat tentang jilbab, Payman mengatakan parlemen mulai mencerminkan keragaman sejati Australia. “Seratus tahun yang lalu, apalagi sepuluh tahun yang lalu, apakah parlemen ini akan menerima seorang wanita yang memilih jilbab untuk dipilih?”

Baca Juga

“Bagi mereka yang memilih untuk menilai saya tentang apa yang harus saya kenakan atau menilai kompetensi saya berdasarkan penampilan luar saya, ketahuilah jilbab adalah pilihan saya,” katanya, dikutip di SBS News.

Dia juga mengatakan dia ingin gadis-gadis muda yang memutuskan mengenakan jilbab melakukannya dengan bangga dan melakukannya dengan pengetahuan bahwa mereka memiliki hak untuk memakainya. Dia tidak akan menilai seseorang yang memakai boardies dan sandal jepit di seberang jalan, dan juga tidak mengharapkan orang untuk menilainya karena memakai jilbab.

Senator Payman diketahui datang sebagai pengungsi sejak berusia delapan tahun dari Afghanistan sebagai seorang anak dengan orang tua dan tiga saudara kandungnya, sebelum tumbuh di pinggiran utara Perth. Dia menjadi emosional ketika dia mengenang pengorbanan almarhum ayahnya dalam memberinya kesempatan untuk menjadi senator.

Ayahnya, Abdul Wakil Payman datang ke Australia menggunakan kapal sebagai pengungsi pada 1999 dan dikurung di tahanan imigrasi. Selama empat tahun, ia bekerja berjam-jam sebagai koki, sopir taksi, dan penjaga keamanan untuk menabung cukup uang untuk membiayai keluarganya.

“Saya ingin rasa terima kasih pertama saya diungkapkan kepada almarhum ayah saya yang pengorbanannya tidak akan pernah terlupakan dan yang sangat saya harapkan ada di sini untuk melihat seberapa jauh putri kecilnya telah melangkah,” ucapnya, dilansir About Islam.

Pada usia 27 tahun, Payman juga menjadi senator termuda dan termuda ketiga dalam sejarah Senat. Mehreen Faruqi adalah senator Muslim Australia pertama, tetapi tidak mengenakan jilbab. Awal tahun ini, Anne Aly dan Ed Husic membuat sejarah saat mereka menjadi menteri Muslim pertama di Australia.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile