Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

11 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

PBB Kecam Kebijakan Pemaksaan Israel Atas Pemindahan Warga Palestina

Kamis 04 Aug 2022 17:15 WIB

Red: Esthi Maharani

PBB menuduh Israel menyebabkan penggusuran warga Palestina yang tinggal di daerah komunitas Badui di Tepi Barat yang diduduki.

PBB menuduh Israel menyebabkan penggusuran warga Palestina yang tinggal di daerah komunitas Badui di Tepi Barat yang diduduki.

Sekitar 100 warga Palestina terpaksa meninggalkan komunitas Ras At-Teen Badui

REPUBLIKA.CO.ID., ANKARA -- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (3/8/2022) menuduh Israel menyebabkan penggusuran warga Palestina yang tinggal di daerah komunitas Badui di Tepi Barat yang diduduki.

Dalam sebuah laporan, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan sekitar 100 warga Palestina terpaksa meninggalkan komunitas Ras At-Teen Badui di dekat kota Ramallah bulan lalu.

Laporan tersebut mengutip kondisi kehidupan yang tak tertahankan sebagai akibat dari "tindakan pemaksaan" Israel, kekerasan pemukim dan pembongkaran tempat penampungan mereka sebagai alasan yang memaksa penduduk Palestina untuk meninggalkan komunitas mereka.

Laporan PBB itu meminta otoritas Israel untuk menghentikan kebijakan pembongkaran rumah dan penyitaan tanah, meminta pertanggungjawaban pemukim atas kekerasan mereka terhadap penduduk Palestina dan mencegah pasukan Israel menggunakan kekuatan berlebihan terhadap mereka.

Perkiraan Israel dan Palestina menunjukkan ada sekitar 660.000 pemukim yang tinggal di 145 pemukiman dan 140 pos terdepan di Tepi Barat yang diduduki. Di bawah hukum internasional, semua pemukiman Yahudi di wilayah pendudukan dianggap ilegal.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/pbb-kecam-kebijakan-pemaksaan-israel-atas-pemindahan-warga-palestina/2652908
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile