Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Menkes: Suspek Cacar Monyet di Pati Menunggu Hasil Genome Sequencing

Kamis 04 Aug 2022 10:59 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Menkes mengatakan, hingga saat ini belum ada kasus konfirmasi cacat monyet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang memastikan status satu pasien suspek cacar monyet di Pati, Jawa Tengah. Budi mengatakan, Kemenkes melakukan genome sequencing terhadap pasien yang mengalami gejala demam sejak 19 Juli dan mengalami bintik-bintik ini untuk memastikan apakah terkonfirmasi cacar monyet atau tidak.

"Itu sudah diambil spesimennya di tanggal 29 Juli. Sekarang sedang di-genome sequencing di kita di Kemenkes," kata Budi saat ditemui di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Baca Juga

Budi mengatakan, hasil akan akan keluar dalam beberapa waktu mendatang. "Saya rasa harusnya sehari dua hari bisa keluar karena genome sequencing itu butuh sekitar tiga hari atau lima hari untuk bisa tahu variannya apa," kata Budi.

Karena itu, kepastian terkait konfirmasi cacar monyet baru diketahui setelah hasil keluar. Dia juga mengatakan, hingga saat ini belum ada kasus konfirmasi cacat monyet di Indonesia.

"Memang ada suspek, kemarin ada sembilan suspek di seluruh Indonesia, tapi begitu dikirim ke kita negatif  cacar biasa. Ini ada satu di kabupaten Pati, sekarang sedang dites apakah dia cacar monyet," kata dia.

Selain itu, dia juga mengatakan, pemerintah telah melakukan penelusuran atau tracing kepada pasien suspek cacar monyet tersebut. "Sudah ditelusuri yang lainya sudah kita ambil serum darahnya ya, kontak eratnya. Karena ini harus dengan kontak menularnya," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile