Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

 

5 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Rusia Usir 14 Diplomat Bulgaria

Jumat 05 Aug 2022 20:39 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha

Bendera Bulgaria. Rusia mengusir 14 staf konsuler dan kedutaan Bulgaria di negaranya.

Bendera Bulgaria. Rusia mengusir 14 staf konsuler dan kedutaan Bulgaria di negaranya.

Foto: EPA-EFE/VASSIL DONEV ? collapse
Ini sebagai respons Moskow atas keputusan Bulgaria mengusir 70 diplomat Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia mengusir 14 staf konsuler dan kedutaan Bulgaria di negaranya. Langkah itu merupakan respons atas langkah serupa yang telah diambil terlebih dulu oleh Bulgaria.

 

"Pada tanggal 5 Agustus, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Bulgaria untuk Federasi Rusia Atanas Krystin diundang ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia, di mana ia diberikan catatan dari kementerian yang menyatakan 14 karyawan misi diplomatik dan kantor konsuler Bulgaria di Rusia persona non grata,” kata Kemenlu Rusia dalam sebuah pernyataan, Jumat (5/8/2022), dilaporkan kantor berita Rusia, TASS.

Baca Juga

Langkah tersebut merupakan respons Moskow atas keputusan Bulgaria mengusir 70 diplomat Rusia dari negaranya pada akhir Juni lalu. Bulgaria menjadi negara Balkan yang melakukan pengusiran besar-besaran terhadap diplomat Rusia. Mereka pun menutup sementara Konsulat Jenderal Rusia di Ruse. “Kami ingin menekankan bahwa tanggung jawab atas konsekuensi dari langkah-langkah kontraproduktif ini sepenuhnya berada di tangan pemerintah Bulgaria,” kata Kemenlu Rusia.

Rusia yakin, langkah-langkah tidak bersahabat terhadap Rusia tak ada hubungannya dengan kepentingan nasional Bulgaria dan rakyatnya. "Kami percaya bahwa tindakan seperti itu tidak hanya secara signifikan merusak ikatan tradisional antara negara kami, dan melanggar hak-hak rekan senegara kami, yang dilucuti aksesnya ke layanan konsuler, tetapi juga menunjukkan degradasi lebih lanjut dari Barat kolektif, yang siap mengorbankan kepentingan mitranya hanya untuk merugikan Rusia. Pengikutan tanpa syarat dari garis destruktif ini oleh pejabat Sofia sangat disesalkan,” ungkap Kemenlu Rusia.

Sejak Moskow melancarkan serangan militer ke Ukraina pada 24 Februari lalu, sejumlah negara Barat kompak mengusir diplomat-diplomat Rusia dari negara mereka. Selain sebagai bentuk protes atas invasi ke Ukraina, beberapa negara menyebut pengusiran itu dilakukan karena diplomat terkait melakukan aktivitas spionase.

Hingga kini konflik antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung. Belum ada tanda-tanda kedua negara akan melakukan perundingan damai atau gencatan senjata.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile