Masyarakat Diminta Waspadai Cacar Monyet dengan Prokes dan PHBS

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Muhammad Fakhruddin

Masyarakat Diminta Waspadai Cacar Monyet dengan Prokes dan PHBS (ilustrasi).
Masyarakat Diminta Waspadai Cacar Monyet dengan Prokes dan PHBS (ilustrasi). | Foto: www.freepik.com

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta meminta agar masyarakat mewaspadai cacar monyet (monkeypox). Meskipun, hingga saat ini belum ada laporan masyarakat Yogyakarta yang terinfeksi cacar monyet ini.

"Untuk cacar monyet belum ada laporan, semoga tidak ada kasus. Hanya memang kewaspadaan terhadap semua penyakit menular harus tetap diwaspadai biar tidak terjadi disini," kata Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu kepada Republika.

Endang meminta agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Prokes dan PHBS, katanya, tidak hanya untuk mencegah penularan Covid-19, namun juga untuk mencegah penularan cacar monyet.

"PHBS, lingkungan yang sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh, dan (menjaga) interaksi dengan luar, mirip dengan prokes Covid-19. Pencegahan penularan penyakit itu hampir sama," ujar Endang.

Baca Juga

Selain itu, masyarakat juga diminta peduli dengan kondisi kesehatannya. Masyarakat diharapkan memahami dan mengenali gejala-gejala cacar monyet ini.

Gejala yang dapat muncul diantaranya demam, pusing, nyeri otot dan muncul ruam pada kulit. Jika ditemukan adanya gejala-gejala tersebut, kata Endang, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

Termasuk gejala penyakit lainnya, seperti demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, kata Endang, kasus DBD di Kota Yogyakarta saat ini masih ditemukan.

"Jadi walaupun demam sehari saja segera ke fasyankes, karena tidak menutup kemungkinan kita KOta Yogya juga endemis DBD. Terkait dengan demam itu, seawal mungkin cek DBD-nya, pikirkan DBD sebelum dinyatakan tidak," jelas Endang.

Sosialisasi dan edukasi juga terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit menular. Salah satunya yakni sosialisasi melalui mobil promosi kesehatan (promkes).

"Meningkatkan awareness ini yang penting ke masyarakat, edukasi tiap hari dengan mobil promkes, kita keliling ke wilayah-wilayah untuk memberikan edukasi," tambahnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Pekerja Daycare Illinois Idap Cacar Monyet, Berpotensi Menulari Anak-Anak

Virus Cacar Monyet Bisa Bertahan di Air Mani Hingga Beberapa Pekan Setelah Sembuh

Australia Barat Catat Kasus Cacar Monyet Pertama, akankah Jadi Wabah?

Suspek di Pati Negatif, Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasus Cacar Monyet di Indonesia

Satgas IDI: Spesimen Lesi Kulit Penentu Konfirmasi Cacar Monyet

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark