Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

 

11 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Wakil Menlu AS: Pemerintah Biden Prioritaskan Hubungan Kuat dengan Pasifik

Ahad 07 Aug 2022 09:22 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Wendy Sherman mengatakan pemerintah Presiden Joe Biden melihat hubungan kuat dengan negara-negara Kepulauan Pasifik sebagai prioritas. Ilustrasi.

Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Wendy Sherman mengatakan pemerintah Presiden Joe Biden melihat hubungan kuat dengan negara-negara Kepulauan Pasifik sebagai prioritas. Ilustrasi.

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Wakil Menlu AS mengatakan Biden memprioritaskan hubungan dengan negara Pasifik

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Wendy Sherman mengatakan pemerintah Presiden Joe Biden melihat hubungan kuat dengan negara-negara Kepulauan Pasifik sebagai prioritas. Hal ini ia sampaikan di Kepulauan Solomon dalam kunjungan saat ketegangan di kawasan sedang memanas.

 

Dalam acara peringatan Perang Dunia II di Honaira, Sherman mengkritik pemerintah yang ia sebut mencoba merusak ketertiban internasional berdasarkan peraturan. Ia tidak menyebut nama negaranya, tapi saat ini ketegangan antara AS dan China di kawasan semakin memanas.

Baca Juga

Kepulauan Solomon mengejutkan negara tetangganya Australia dan Washington tahun ini dengan menandatangani pakta keamanan dengan China. "Sejak awal pemerintahannya Presiden Biden menjadikan solidaritas dengan Kepulauan Pasifik sebagai prioritasnya. Kami telah membangun hubungan kuat dan tahan lama satu sama lain, sebagai satu keluarga Pasifik," kata Sherman dalam acara yang juga dihadiri diplomat tinggi dari Australia dan Selandia Baru, Ahad (7/8/2022).

Sherman menceritakan ayahnya yang seorang anggota Marinir terluka kala Perang Dunia II dalam perang di Guadalcanal di Kepulauan Solomon. "Beberapa pihak di dunia tampaknya melupakan pelajaran mengerikan di sini," ujarnya.

Ia mengkritik para pemimpi yang percaya untuk bangkit harus menghancurkan pihak lain apabila mereka ingin kuat (dan) percaya pemaksaan, tekanan, dan kekerasan merupakan alat yang digunakan dengan kekebalan. Sherman tidak menyebut nama pemimpin yang ia kritik.

"Tampaknya mereka percaya prinsip-prinsip dan institusi di dunia yang didirikan setelah Perang Dunia II, ketertiban internasional berdasarkan peraturan, dapat diabaikan dan dirusak, dihancurkan, dan dilemahkan," katanya.

Duta Besar AS untuk Australia dan Kepulauan Solomon, Caroline Kennedy, juga hadir dalam kegiatan itu. Putri mantan presiden AS John F. Kennedy tersebut mengatakan tak terhitung banyak keluarga warga AS dan sekutu berterima kasih pada warga Solomon karena menyelamatkan sanak keluarga mereka dalam Perang Dunia II.

Kunjungan Sherman bertepatan dengan peringatan Perang Dunia II tapi sejumlah pejabat tinggi AS berkunjung ke kawasan karena meningkatnya persaingan geostrategis dengan China. Pada Mei lalu Menteri Luar Negeri China Wang Yi berkunjung ke Samoa dan Tonga, diikuti Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong pada awal Juni.

AS mengatakan ingin membuka kedutaan besar di Solomon, Kiribati, dan Tonga. Satu hari sebelumnya Sherman berkunjung ke Kiribati dan Tonga.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile