Senin 08 Aug 2022 08:57 WIB

Erick Ungkap Kontribusi BUMN dalam Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2022

Erick sebut sepertiga perekonomian Indonesia merupakan kontribusi BUMN.

Red: Ichsan Emrald Alamsyah
...
Foto: dok. Kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir menghadiri inaugurasi bela negara rekrutmen bersama BUMN di Markas Marinir Cilandak. Erick Thohir mengatakan BUMN punya peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, yang mana sepertiga dari perekonomian Indonesia merupakan kontribusi dari BUMN. Erick menilai ketahanan perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global tidak terlepas dari peran BUMN yang sehat sebagai motor pemulihan ekonomi nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perekonomian Indonesia terus tumbuh positif di 2022. Setelah tumbuh 5,01 persen y-o-y di kuartal I 2022, perekonomian Indonesia tumbuh 5,44 persen y-o-y dalam kuartal II 2022. Pertumbuhan positif di kuartal I dan kuartal II 2022 ini mengesampingkan survei Bloomberg yang menyatakan Indonesia salah satu dari 13 negara yang punya potensi resesi di 2022. 

Pertumbuhan positif ini juga berpotensi menggairahkan sektor riil Indonesia di tengah kondisi perekonomian global yang masih penuh tekanan. IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Global di 2022 dari 3,6 persen ke 3,2 persen dan meningkatkan proyeksi rata-rata inflasi global di 2022 dari 7,3 persen ke 8,2 persen.

Penurunan dari proyeksi ekonomi dan inflasi global disebabkan oleh ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina, kenaikan harga pangan dan energi dunia, dan kebijakan zero Covid-19 di Cina yang menahan perbaikan gangguan rantai pasokan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan BUMN punya peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, yang mana sepertiga dari perekonomian Indonesia merupakan kontribusi dari BUMN. Erick menilai ketahanan perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global tidak terlepas dari peran BUMN yang sehat sebagai motor pemulihan ekonomi nasional.

"Kementerian BUMN memprediksi total aset BUMN telah mencapai sekitar Rp 9 ribu triliun di 2021 atau sekitar 53 persen dari PDB. BUMN yang sehat membantu mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berbasis adil dan makmur. Masyarakat yang makmur mampu meningkatkan perekonomian Indonesia," ujar Erick di Jakarta, Senin (8/8).

Dengan basis ekonomi kerakyatan dan juga fungsi BUMN sebagai agent of development, lanjut Erick, BUMN tetap menjalankan proyek-proyek pembangunan yang menciptakan lapangan kerja di tengah pandemi covid-19. 

Erick secara gamblang menjelaskan sejumlah project besar besar BUMN seperti RDMP Balikpapan yang diperkirakan menyerap 19 ribu tenaga kerja, hilirisasi batubara menjadi DME diperkirakan menyerap 10 ribu tenaga kerja. Sementara smelter tembaga Freeport Gresik menyerap hingga 40 ribu tenaga kerja, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang saat ini Hutama Karya sendiri telah mencatatkan penyerapan hingga 200 ribu tenaga kerja. Lalu pembangunan KEK Mandalika di mana InJourney selaku core dari penyelenggaraan event internasional MotoGP mampu menyerap 4.500 tenaga kerja lokal dan berhasil memastikan bahwa masyarakat sekitar tidak hanya menjadi penonton, namun juga turut terlibat sejak pembangunan hingga penyelenggaraan event internasional MotoGP dan WSBK.

"Selain itu, BUMN membuka kesempatan berusaha dan mendorong bisnis UMKM antara lain dengan pengembangan pelabuhan Benoa sebagai Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) dan pengembangan Bakauheni Harbour City (HBC) yang dikonsep 100 persen untuk menyokong perekonomian lokal di kawasan sekitarnya," lanjut Erick.

Mantan Presiden Inter Milan tersebut melanjutkan, PNM juga memiliki Program Mekaar sebagai fasilitas untuk pemberdayaan UMKM Perempuan yang telah mampu menciptakan lapangan kerja setidaknya bagi 12,7 juta ibu-ibu di 2021 di berbagai wilayah dan akan terus didorong hingga mencapai 20 juta nasabah pada 2024. Pun dengan Pupuk Indonesia melalui Program Makmur yang merupakan pendampingan budidaya tani melalui ekosistem yang terintegrasi untuk pemberdayaan petani hingga kini telah mencapai 148.127 hektare (Ha) lahan bersama 117.995 petani. 

"Padi UMKM sebagai jembatan untuk mempertemukan UMKM ke dalam ekosistem pengadaan BUMN telah mencapai total nilai transaksi Rp 18 Triliun bersama 12.960 UMKM per kuartal II 2022," lanjutnya.

Erick menyampaikan BUMN juga turut berkontribusi untuk mencapai target inklusi keuangan nasional sebesar 90 persen pada tahun 2024 melalui Pendirian Holding Ultra Mikro (UMi). Kontribusi Holding UMi untuk mencapai target tersebut adalah sebesar 70 persen. Erick menerangkan, pada awal pendirian Holding UMi, dengan optimalisasi nasabah kelolaan PNM - Pegadaian dan potensi 30 juta nasabah yang selama ini belum terlayani, Holding UMi mampu menambah nasabah baru hingga 55 juta nasabah. 

"Sehingga nantinya pada tahun 2024, total 121,6 juta nasabah (70 persen inklusi keuangan nasional) akan terlayani oleh Holding UMI," ucap Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) tersebut.

Erick menyebut program BUMN turut pula hadir menjadi penggerak ekonomi desa yang akan berdampak signifikan terhadap kelangsungan energi di daerah sekaligus penyerapan tenaga kerja, terutama oleh pengusaha menengah dan pengusaha daerah. Seperti Pertamina, sebagai BUMN yang memiliki mandat untuk menyediakan BBM dan LPG ke seluruh pelosok negeri termasuk di wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal, Terluar), telah melaksanakan dua program yaitu Pertashop yang saat ini siap dan telah beroperasi mencapai 5.536 unit dan BBM Satu Harga mencapai 348 titik yang tersebar di wilayah 3 T di seluruh Indonesia atau PLN melalui Program Listrik Masuk Desa berhasil menyalurkan listrik sehingga rasio desa berlistrik di Indonesia saat ini telah mencapai 99,7 persen.

"Proyek dan program BUMN yang hadir di tengah pandemi mempunyai dampak positif dalam menjaga daya beli dan meningkatkan aktivitas belanja masyarakat. Hasilnya konsumsi rumah tangga terus meningkat dari -5,52 persen y-o-y di kuartal II 2020 menjadi 5,51 persen y-o-y di kuartal II 2022," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement