Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Sekjen PBB: Risiko Konfrontasi Nuklir Kembali Setelah Puluhan Tahun

Senin 08 Aug 2022 03:24 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Sisa senjata nuklir Ukraina di Museum (ilustrasi)

Sisa senjata nuklir Ukraina di Museum (ilustrasi)

Foto: BBC
Risiko konfrontasi nuklir telah kembali setelah terhenti selama puluhan tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan risiko konfrontasi nuklir telah kembali setelah terhenti selama puluhan tahun. Ia meminta negara-negara nuklir untuk tidak pernah menggunakan senjata itu.

 

Guterres mengatakan setiap serangan pada pembangkit listrik tenaga nuklir merupakan "tindakan bunuh diri." Hal ini ia sampaikan dalam menanggapi tembakan Rusia ke pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di Ukraina.

Baca Juga

Pernyataan ini ia sampaikan dalam konferensi pers pada Senin (8/8/2022) setelah menghadiri Upacara Peringatan Perdamaian Hiroshima di Tokyo. Peringatan 77 tahun serangan bom atom pertama di dunia.

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu dan tidak lama kemudian Presiden Vladimir Putin mengangkat isu kemungkinan serangan nuklir. Konflik itu juga menimbulkan dikhawatirkan akan berdampak pada pembangkit listrik tenaga nuklir di Ukraina.

Dalam kesempatan ini Guterres juga meminta Jepang untuk mencegah swasta dan masyarakat membiayai proyek-proyek batu bara. Sebagai bagian dari komitmen Negeri Sakura dalam menahan emisi bahan bakar fosil. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile