Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

15 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Program Rujuk Balik Permudah Peserta JKN Stabilkan Kesehatannya

Senin 08 Aug 2022 06:20 WIB

Red: Christiyaningsih

Christoffel Relmasira (67) dokter sekaligus pasien hipertensi yang telah tiga tahun ini menjadi peserta Program Rujuk Balik (PRB).

Christoffel Relmasira (67) dokter sekaligus pasien hipertensi yang telah tiga tahun ini menjadi peserta Program Rujuk Balik (PRB).

Foto: BPJS Kesehatan
Program Rujuk Balik ditujukan bagi peserta JKN yang menderita penyakit kronis

REPUBLIKA.CO.ID,AMBON - BPJS Kesehatan berupaya hadir dengan inovasi dan pengembangan untuk memberikan kemudahan serta pelayanan terbaik kepada masyarakat yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk melalui Program Rujuk Balik (PRB). Program ini merupakan pelayanan yang ditujukan bagi peserta JKN yang menderita penyakit kronis dengan kondisi stabil tapi masih memerlukan perawatan atau pengobatan lanjutan.

Christoffel Relmasira (67), dokter sekaligus pasien hipertensi yang telah tiga tahun ini menjadi peserta PRB, mengungkapkan peserta PRB tetap perlu menerapkan pola hidup sehat di samping secara rutin melakukan pengobatan agar kondisinya tetap stabil. Hal tersebut disampaikan pula kepada pasien-pasiennya sebagai bentuk edukasi untuk meningkatkan kualitas hidup.

Baca Juga

Mengenai alur pelayanan pasien PRB, Christoffel menyebutkan pada dasarnya sama dengan pasien lain. Hanya saja pasien yang merupakan peserta PRB biasanya merupakan pasien yang menderita penyakit kronis yang berobat ke rumah sakit, kemudian didaftarkan statusnya menjadi peserta PRB oleh dokter penanggung jawab di rumah sakit. Peserta PRB yang telah menerima pengobatan dan kondisinya dinyatakan stabil, nantinya diberikan kemudahan untuk mendapatkan obat di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) atau apotek PRB yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

"Jadi tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit untuk melakukan kontrol. Peserta PRB yang merupakan pasien penderita penyakit kronis ini juga akan diberikan edukasi oleh FKTP karena biasanya mereka akan membentuk tim prolanis untuk memberikan informasi mengenai penyakitnya dan melakukan pemantauan kesehatan. Saya pun terkadang menghubungi pasien-pasien saya melalui telepon untuk mengingatkan peserta PRB untuk melakukan kontrol rutin," ungkap Christoffel.

Ia juga menyampaikan ketersediaan obat di apotek PRB selama ini cukup baik tapi terkadang memang terjadi kekosongan obat di apotek PRB. Meski demikian terkadang dokter spesialis memberikan obat yang lain dengan kandungan yang sama.

“Selama saya menjadi peserta PRB, tidak pernah diminta untuk membayar iur biaya. Dan saat ini saya merasakan kondisi saya stabil. Tidak ada kendala yang ditemui karena selain minum obat secara teratur, saya juga menerapkan pola hidup sehat. Bagi saya PRB sudah berjalan dengan baik, hanya saja terkadang terkendala ketersediaan obat, meski dokter selalu memberikan alternatif obat pengganti dengan formula yang sama,” pungkas Christoffel.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile