Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

 

11 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ke China, Menlu Korsel Yakinkan Hubungan Kedua Negara

Senin 08 Aug 2022 07:35 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha

Menteri Luar Negeri Korea Selatan Park Jin berbicara dalam konferensi pers di Seoul, Korea Selatan, Rabu, 27 Juli 2022.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan Park Jin berbicara dalam konferensi pers di Seoul, Korea Selatan, Rabu, 27 Juli 2022.

Foto: AP Photo/Lee Jin-man
Kunjungan Menlu Korsel dilakukan di tengah ketegangan antara China dan AS.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Menteri Luar Negeri (Menlu) Korea Selatan (Korsel) Park Jin mengunjungi China pada Senin (8/8/2022). Kunjungan ini dilakukan kiranya dalam upaya meyakinkan hubungan dengan Beijing meski hubungan dengan Amerika Serikat (AS) lebih kuat dan atas ketegangan Taiwan.

 

"Park dijadwalkan berkunjung selama tiga hari di kota pelabuhan timur Qingdao dan akan melakukan pembicaraan dengan Menlu China Wang Yi," kata Kementerian Luar Negeri Korsel.

Baca Juga

Park Jin adalah pejabat tingkat tinggi pertama yang melakukan perjalanan ke Cina sejak Yoon menjabat pada Mei. Kunjungan Park menaruhkan jalan di antara garis tipis antara aliansi dengan AS dan China. Keduanya adalah mitra dagang utama Korsel di tengah persaingan yang semakin ketat.

Perjalanan pertama Park dilakukan setelah Beijing menyatakan kemarahannya atas kunjungan Ketua House AS Nancy Pelosi ke Taiwan pekan lalu. China dengan teguh mengeklaim pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu sebagai miliknya.

Sementara Yoon menghadapi kritik dari anggota parlemen karena tidak bertemu dengan Pelosi saat ketua House ke Seoul. Yoon dikabarkan tengah berlibur dan hanya melalui telepon berkontak dengan Pelosi. Kantor Yoon mengatakan bahwa keputusan itu dibuat dengan mempertimbangkan kepentingan nasional, dan tidak ada tekanan dari Beijing.

Park mengatakan, perjalanannya ke China menjadi kesempatan untuk mengurangi kesalahpahaman dan meningkatkan kerja sama di berbagai bidang termasuk perdagangan, kesehatan, dan lingkungan.

"Dengan secara aktif mempromosikan komunikasi strategis tingkat tinggi, kita dapat memiliki pemahaman yang lebih baik satu sama lain, mengurangi kesalahpahaman yang tidak perlu dan memperluas kepentingan bersama," kata Park pada konferensi pers.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile