Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Penetapan Tersangka Sambo Buka Harapan Polisi Bisa Selalu Transparan

Selasa 09 Aug 2022 15:39 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Indira Rezkisari

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) memberikan keterangan pers terkait tersangka baru kasus dugaan penembakan Brigadir J di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022). Timsus Polri secara resmi menetapkan mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka. Republika/Putra M. Akbar

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) memberikan keterangan pers terkait tersangka baru kasus dugaan penembakan Brigadir J di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022). Timsus Polri secara resmi menetapkan mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Penetapan tersangka Sambo membutuhkan waktu lama karena hambatan psikologis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Hukum Pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menanggapi penetapan tersangka Inspektur Jenderal (Irjen) Ferdy Sambo dalam kasus dugaan pembunuhan ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yoshua (J). Menurutnya, polisi saat ini sudah bisa transparan kepada masyarakat terhadap kasus-kasus besar.

 

"Ya, memang berdasarkan fakta-fakta yang terjadi dalam peristiwa ini, Ferdy Sambo sudah ditetapkan sebagai tersangka," katanya saat dihubungi Republika, Selasa (9/8/2022).

Baca Juga

Kemudian, ia melanjutkan penyelidikan memang terkesan panjang karena ada hambatan psikologis hierarki karena kedudukan dan pangkatnya di kepolisian. "Sehingga penetapan tersangkanya cukup lama," kata dia.

Ia menambahkan saat ini berarti kepolisian sudah bisa menyelesaikan dan transparan kepada masyarakat terkait kasus besar apalagi hal ini terjadi sesama kepolisian. "Jadi, dengan begini polisi kini sudah bisa transparan terhadap kasus-kasus besar," kata dia.

Sebelumnya diketahui, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menetapkan Inspektur Jenderal (Irjen) Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan ajudannya Brigadir J) Jenderal Sigit mengatakan, Irjen Sambo memerintahkan Bharada Richard Eliezer (RE) menembak mati Brigadir J.

"Penembakan terhadap J meninggal dunia, yang dilakukan tersangka RE atas perintah FS," begitu kata Kapolri Sigit saat konferensi pers. "Setelah melakukan gelar perkara telah memutuskan untuk menetapkan FS sebagai tersangka," sambung Jenderal Sigit.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile