Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Juara Piala Super Eropa, Real Madrid Samai Rekor AC Milan dan Barcelona

Rabu 10 Aug 2022 23:10 WIB

Red: Israr Itah

Real Madrid merayakan gelar juara Piala Super Erpa 2022 setelah mengalahkan Eintracht Frankfurt 2-0.

Real Madrid merayakan gelar juara Piala Super Erpa 2022 setelah mengalahkan Eintracht Frankfurt 2-0.

Foto: EPA-EFE/Petteri Paalasmaa
Real Madrid mengalahkan juara Liga Europa Eintracht Frankfurt 2-0.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rea Madrid membuka musim 2022/23 dengan trofi. Dua gol yang dibuat David Alaba dan Karim Benzema membawa juara Liga Champions itu menjuarai laga Piala Super Eropa dengan mengalahkan juara Liga Europa Eintracht Frankfurt 2-0 di Stadion Olimpiade Helsiniki, Finlandia, Kamis (11/8/2022) dini hari WIB.

 

Kemenangan ini membuat Madrid memboyong Piala Super UEFA untuk kelima kalinya. Los Blancos menyamai rekor AC Milan dan Barcelona sebagai tim terbanyak peraih trofi Piala Super Eropa.

Baca Juga

Secara timm Frankfurt berbahaya terutama pada babak pertama, tapi pengalaman dan kualitas individual Madrid membuat wakil Spanyol ini berjaya.

Frankfurt memiliki peluang emas pada awal laga ketika kiper Madrid Thibaut Courtois dipaksa melakukan penyelamatan menakjubkan ketika sudah berhadapan satu lawan satu dengan Daichi Kamada pada menit ke-14.

Madrid nyaris mendapatkan gol pertamanya ketika Benzema membuat Vinicius benas melewati kiper Kevin Trapp di kotak penalti, tetapi Tuta menyapu bola dari garis gawang.

Saat Madrid mendominasi penguasaan bola, Frankfurt beberapa kali melancarkan serangan balik sampai kemudian Madrid ganti melancarkan serangan balik pada menit ke-37.

Trapp yang terbang menyambut bola sempat menyentuh bola dengan jarinya dari tembakan Vinicius yang membuat bola keluar untuk menghasilkan sepak pojok.

Berikutnya Benzema mengumpan Casemiro tepat di sebelah tiang kanan. Pemain Brasil itu melewati beberapa pemain bertahan Frankfurt dan Trapp yang menjatuhkan diri, sebelum balik mengumpan Alaba yang tak terjaga untuk mencetak gol dari jarak dekat.

Setelah gol itu, Madrid semakin kesetanan sampai nyaris menggandakan kedudukan ketika Benzema melepaskan tendangan yang melebar dari gawang pada menit ke-41.

Kualitas Madrid menjadi lebih terlihat pada babak kedua ketika Trapp dipaksa membuat menyelamatkan gemilang guna mementahkan upaya Vinicius yang terbelokkan pada menit ke-54, sementara sepakan Casemiro membentur mistar gawang pada menit ke-61.

Pemain pinjaman Borussia Dortmund, Ansgar Knauff, membuat peluang emas beberapa menit kemudian, sebelum Vinicius dan Benzema bermain satu dua untuk membawa Madrid unggul 2-0.

Vinicius meluncur ke kiri sebelum mengumpannya kepada pemain Prancis itu yang tak ayal melepaskan tendangan yang tak bisa dihentikan pemain-pemain Frankfurt.

Baca juga : Bima Tegaskan Kemenangan Indonesia Atas Vietnam di Fase Grup AFF U-16 tak Jaminan Terulang

Frankfurt berjuang keras pada tahap-tahap akhir tetapi Madrid mampu mendominasi permainan untuk memenangkan Piala Super kelimanya dari delapan kali upaya.

Laga di Stadion Olimpiade Helsinki ini adalah pertama kalinya kedua belah pihak bertemu dalam laga dua jago Eropa sejak 1960 ketika Madrid mengalahkan Frankfurt 7-3 berkat empat gol Ferenc Puskas dan tiga gol Alfredo di Stefano dalam final Piala Eropa (Liga Champions).

Pertandingan tersebut juga menyoroti kesenjangan yang semakin besar antara kompetisi Liga Champions dan Liga Europa, di mana Madrid menjadi tim Liga Champions kesembilan yang memenangkan kompetisi ini dalam 10 tahun terakhir.

Hanya rival sekota Atletico Madrid yang memenangkan Piala Super ketika lolos sebagai juaraLiga Europa dalam dekade terakhir, setelah mengalahkan Real dalam edisi 2018. Dalam 10 tahun sebelumnya, peserta Liga Champions dan Liga Europa masing-masing memenangkan lima Piala Super.

Frankfurt bergabung dengan Hamburg (1977 dan 1983), Dortmund (1997) dan Bremen (1992) sebagai finalis Piala Super yang kalah dari Jerman. Hanya Bayern Muenchen (2013 dan 2020) yang pernah menjuarai turnamen ini, demikian AFP.

Baca juga : Jika Telat Mendaftar, Barcelona Berpotensi Kehilangan Pemain Secara Gratis

 

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile