Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

 

1 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Didukung Kinerja Cemerlang, Begini Prospek dan Rekomendasi Saham TLKM

Kamis 11 Aug 2022 08:53 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Kinerja keuangan yang cemerlang disebut akan menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham PT Telkom Indonesia Tbk. Analis pun merekomendasikan beli saham emiten bersandi TLKM ini. Saham TLKM mendapat rekomendasi layak dikoleksi hanya berisiko di belanja modal

Kinerja keuangan yang cemerlang disebut akan menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham PT Telkom Indonesia Tbk. Analis pun merekomendasikan beli saham emiten bersandi TLKM ini. Saham TLKM mendapat rekomendasi layak dikoleksi hanya berisiko di belanja modal

Foto: Telkom
Saham TLKM mendapat rekomendasi layak dikoleksi hanya berisiko di belanja modal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kinerja keuangan yang cemerlang disebut akan menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham PT Telkom Indonesia Tbk. Analis pun merekomendasikan beli saham emiten bersandi TLKM ini. 

 

Equity Reserach Analyst Phillip Sekuritas Indonesia, Edo Ardiansyah mengatakan ada beberapa faktor yang membuat saham TLKM layak untuk dikoleksi. Sebagai pemimpin pasar di industri seluler Indonesia, TLKM dapat memanfaatkan permintaan data yang tinggi di Indonesia. 

TLKM memusatkan perhatian pada pengembangan Data Center dan Infrastruktur Cloud. TLKM mampu melihat area ini mengalami pertumbuhan permintaan yang tajam.

"Kehadiran data center dan infrastruktur cloud yang kuat adalah kunci untuk memungkinkan TLKM dalam mengembangkan berbagai solusi digital untuk meningkatkan pengalaman pelanggan," kata Edo dalam risetnya dikutip pada Kamis (11/8). 

Dari sisi performa, TLKM berhasil membukukan pertumbuhan kinerja yang positif pada semester I 2022. Pendapatan TLKM pada periode tersebut tumbuh 3,6 persen YoY ditopang dari lini bisnis IndiHome sebesar Rp 13,8 triliun atau tumbuh 7,4 persen YoY. 

Pendapatan Data, Internet & Layanan TI juga meningkat 4, persen YoY didukung oleh pertumbuhan data seluler yang berkelanjutan. Selain itu, Jaringan Interkoneksi dan Layanan Telekomunikasi Lainnya masing-masing melonjak 9,8 persen YoY dan 16,4 persen YoY. 

Meski Total Beban membengkak 6,9 persen YoY dengan Beban Operasi (OPEX) merangkak naik 2,6 persen YoY, TLKM masih membukukan kenaikan EBITDA 4,5 persen YoY dengan margin EBITDA 54,8 persen. Laba Bersih naik 6,9 persen YoY dengan margin Laba Bersih (NPM) sebesar 18,5 persen dibandingkan 17,7 persen di semester I 2021.

Dari sisi kinerja operasional, sepanjang semester I 2022, Telkomsel menghasilkan pertumbuhan positif dalam basis pelanggan dengan total 169,7 juta pelanggan. Telkomsel juga lebih produktif dan terlibat dalam layanan Data.

Sementara IndiHome menambah sekitar 288.000 pelanggan baru selama semester I 2022, sehingga total pelanggan menjadi 8,9 juta atau naik 7,1 persen YoY. TLKM juga terus memperkuat kepemimpinan jaringannya dengan mengerahkan 255.107 unit BTS per Juni 2022, meningkat 7,5 persen YoY. Dari total BTS itu, 204.908 unit diantaranya adalah BTS 3G/4G/5G. 

Meski demikian, Edo melihat, sektor Jasa Telekomunikasi masih terpengaruh oleh COVID-19 dan tantangan daya beli yang masih rendah. Selain itu, konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina menyebabkan meningkatnya ketidakpastian, memperburuk persaingan yang sudah ketat.

Dengan latar belakang ini, Edo memproyeksikan pendapatan TLKM tumbuh 7,1 persen pada tahun 2022 sebelum melambat menjadi 3,5 persen pada tahun 2023. Sedangkan Laba Bersih diperkirakan akan naik 3,4 persen pada tahun 2022 dan 4,1 persen pada tahun 2023.

"Kami mengulangi rekomendasi Beli untuk saham TLKM dengan target harga Rp 5.100 per saham atau potensi kenaikan 12,83 persen, yang menyiratkan FY22F P/E Ratio 19,7x, PBV 3,4x, dan EV/EBITDA 6,1x," jelas Edo.

Menurut Edo, risiko utama pergerakan saham TLKM dipengaruhi oleh potensi belanja modal yang lebih besar dari ekspektasi untuk memperluas jaringan dan infrastruktur. Melebarnya belanja modal berpotensi mengurangi profitabilitas dan dividen.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile